Artikel Ilmiah : H1D009047 a.n. WAWAN AZWANSYAH
| NIM | H1D009047 |
|---|---|
| Namamhs | WAWAN AZWANSYAH |
| Judul Artikel | KAJIAN EKSPERIMENTAL DAN ANALISIS NUMERIK PENGARUH KOMPOSISI BAHAN PENYUSUN BALOK KOMPOSIT BAMBU GLUGU LAMINASI TERHADAP PERILAKU LENTUR |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kebutuhan akan kayu utuh yang memiliki kehandalan tinggi semakin meningkat pesat di Indonesia, berbanding terbalik dengan produksinya yang memakan waktu puluhan tahun. Bahan bangunan lokal yang banyak ditemukan di Indonesia seperti bambu (Dendrocalamus asper) dan glugu (Cocos nucifera) berpotensi menggantikannya, karena umur produksinya jauh lebih singkat. Salah satu perilaku struktur yang ditinjau dalam penelitian ini adalah perilaku lentur. Ketika suatu struktur berupa sebuah balok, maka perilaku yang dominan adalah lentur. Bambu memiliki kekuatan yang tinggi untuk menahan beban lentur, namun lendutan yang terjadi akibat beban lentur tersebut besar, sehingga kurang nyaman jika digunakan pada bentang panjang. Disisi lain glugu memiliki kekuatan menahan beban lentur yang lebih rendah jika dibandingkan dengan bambu, namun kekakuannya tinggi. Dengan memadukan kedua bahan tersebut diharapkan diperoleh bahan yang tidak hanya mampu menahan beban lentur yang besar namun juga memiliki lendutan yang kecil saat mengalami beban layan. Dalam penelitian ini, bambu dan glugu dianggap sebagai kayu, karena memiliki sifat orthotropic oleh sebab itu semua eksperimen menggunakan spesifikasi ASTM Wood D143-94. Eksperimen yang dilakukan adalah uji lentur balok empat titik, dengan lebar sampel 50 mm dan tinggi berkisar antara 60mm sampai 70mm, dan jarak antar tumpuan 750 mm. Variasi komposisi dan posisi bahan penyusun yang digunakan adalah 100% bambu, 100% glugu, 75% bambu-25% glugu, 50% bambu-50% glugu, serta 25% bambu-75% glugu. Parameter perilaku lentur yang ditinjau adalah tegangan runtuh (MOR), modulus elastisitas lentur (MOE), dan kekakuan (). Disamping itu struktur juga dimodelkan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak berbasis elemen hingga yakni Abaqus v.6.11-2, guna memperoleh angka bandingan dengan eksperimental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi optimum balok komposit bambu-glugu laminasi adalah 25% bambu dan 75% glugu yang menempatkan glugu pada blok tarik, dengan tegangan lentur 82,88 Mpa, modulus elastisitas lentur 26440,99 MPa, dan kekakuan 1542,46 N/mm dan yang menempatkan glugu pada blok tekan dengan tegangan lentur 66,99 MPa, modulus elastisitas lentur 29852,18 MPa dan kekakuan 1228,6 N/mm. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The need for solid wood that has high reliability has increased rapidly in Indonesia, inversely proportional to the production that take decades. Local building materials are found in Indonesia, such as bamboo (Dendrocalamus asper) and glugu (Cocos nucifera), potentially will replace it, because the production time is much shorter. One of the structure properties which are reviewed in this research is the flexural properties. When a structure in the form of a beam, the dominant behavior is flexure. Bamboo has a high strength to withstand bending loads, but the deflection caused by the bending load is large, thus less convenient when used in long-span. On the other hand glugu has the strength to withstand bending loads are lower when compared with bamboo, but its high stiffness. By combining the two materials is expected to obtain materials that are not only able to withstand large bending loads, but also has a small deflection when subjected to serviceability load. In this research, bamboo and glugu considered as wood, because it has orthotropic properties, therefore all of experiments using the ASTM D193-94 Wood specifications. Experiments conducted are four-point bend testing beam, with specimen width is 50 mm and the height ranges from 60 mm to 70 mm, and the distance between the restraint is 750 mm. Variations in the components and the position of the constituent materials used are 100% bamboo, 100% glugu, 75% bamboo - 25% glugu, 50% bamboo - 50% glugu, and 25% bamboo - 75% glugu. Flexural behavior parameters that were reviewed are Modulus of Rupture (MOR), Modulus of Elasticity (MOE), and Stiffnes (). Moreover, the structure was also modeled and analyzed using finite element-based software that Abaqus v.6.11-2, in order to obtain a comparison numbers with the experimental. The results of this study indicate that the optimum composition glugu bamboo laminated composite beam is 25% bamboo and 75% glugu were placing the glugu in tensile block, with the bending stress are 82.88 MPa, modulus of elasticity are 26440.99 MPa, and the stiffness are 1542.46 N/mm and placing the glugu in compressive block, with the bending stress are 66,99 MPa, modulus of elasticity are 29852,18 MPa, and the stiffness are 1228,6 N/mm. |
| Kata kunci | Bambu, Komposit, Perilaku Lentur, Glugu. |
| Pembimbing 1 | Yanuar Haryanto |
| Pembimbing 2 | Nor Intang Setyo Hermanto |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |