| NIM | B1J009161 |
| Namamhs | MUHAMAD ANDRI KURNIAWAN |
| Judul Artikel | PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI Sargassum duplicatum MENGGUNAKAN METODE BUDIDAYA DAN BOBOT BERBEDA DENGAN SISTEM JARING TUBULER DI PERAIRAN NUSA KAMBANGAN CILACAP |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Sargassum duplicatum adalah rumput laut penghasil alginat, merupakan komoditi ekspor yang saat ini perlu dibudidayakan oleh masyarakat pesisir karena keberadaannya di alam semakin berkurang. Budidaya rumput laut perlu didukung dengan metode dan sistem penanaman yang sesuai untuk meningkatkan pasokan bahan baku alginat. Penanaman rumput laut dapat menggunakan sistem jaring tubuler karena jaring akan melindungi talus dari faktor lingkungan (ombak dan herbivora) yang terjadi di lapangan. Pemakaian bibit yang efisien diharapkan juga lebih meningkatkan pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi Sargassum duplicatum menggunakan jaring tubuler dengan bobot awal dan metode budidaya yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola split plot, main plot adalah metode budidaya yaitu metode apung dan metode lepas dasar, sebagai sub plot adalah bobot awal yaitu 25 g, 50 g dan 75 g. Parameter utama yang diukur adalah bobot rumput laut Sargassum dengan bobot yang berbeda, sedangkan parameter pendukung adalah suhu, salinitas, kecerahan air dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode budidaya dan bobot awal yang berbeda dapat menghasilkan pertumbuhan Sargassum duplicatum yang tidak sama. Perlakuan menggunakan metode apung dengan bobot awal 50 g menghasilkan pertumbuhan Sargassum duplicatum tertinggi sebesar 10.93 g/hari dan produksi basah tertinggi sebesar 325.20 g/m2. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Sargassum duplicatum a seaweed that produces alginat, an export commodity currently needed to cultivate by coastal society as the number in nature is reduced. The cultivation of seaweed is supported by method and planting system suitable to improve raw alginate supply materials. The seaweed planting can use tubuler system because the tubuler system will protect thalus from environmental factor (waves and herbivorous) occurring in the field. The efficient seed use can be hoped to increase growth. This study aimed to determine the growth and production of Sargassum duplicatum using net tubuler with early weight and different cultifation methods. This study used an experimental method with randomized block design (RBD) and split plot pattern. As the main plot was floating method and off bottom method, sub plot was the initial weight of 25 g, 50 g and 75 g. The main parameters measured were was weight seaweed Sargassum duplicatum, while supporting parameter were temperature, salinity and pH. The results showed that the use of culture and different early weight produced different Sargassum duplicatum growth at 0-7 dap, 7-14 dap, 14-21 dap and 21-28 dap. The treatment using a closed floating method with early weight of 50 g producted the highest growth Sargassum duplicatum of 10.93 g/day and the highest wet production of 325.20 g/m2. |
| Kata kunci | Sargassum duplicatum, cultivation method, tubuler net system |
| Pembimbing 1 | Dra. Dwi Sunu Widyartini, MSi |
| Pembimbing 2 | Drs. H. A.Ilalqisny Insan, MSi |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|