Artikel Ilmiah : P2PA11024 a.n. MIRA MEDIA PRATAMANINGSIH, S.P

Kembali Update Delete

NIMP2PA11024
NamamhsMIRA MEDIA PRATAMANINGSIH, S.P
Judul ArtikelKAJIAN TINGKAT TROFIK, KELIMPAHAN FITOPLANKTON, DAN PERILAKU MASYARAKAT PADA EUTROFIKASI DI SITU BAMBAN DESA KEDUNGWRINGIN KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Situ merupakan salah satu bentuk ekosistem air tawar yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya, tetapi perubahan lingkungan yang terjadi saat ini mengakibatkan ekosistem situ terganggu. Situ Bamban mempunyai luas 1,5 ha dengan aktivitas masyarakat di sekitar Situ Bamban berupa kegiatan pertanian dan perikanan. Pemupukan di sawah dan pemberian pakan ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) yang dilakukan oleh masyarakat dapat menimbulkan dampak negatif pada situ yaitu terjadinya proses eutrofikasi yang menimbulkan penurunan kualitas suatu badan perairan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui klasifikasi tingkat trofik pada perairan Situ Bamban berdasarkan kandungan N dan P, kecerahan, dan kelimpahan fitoplankton; mengetahui perilaku masyarakat tentang kualitas perairan Situ Bamban; serta menganalisis hubungan antara tingkat trofik pada Situ Bamban dan perilaku masyarakat sekitar situ. Penelitian menggunakan metode survei (Februari-Mei 2013). Teknik pengambilan sampel air pada lima stasiun dan responden adalah purposive sampling sejumlah 123 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa input N dan P di Situ Bamban telah melebihi baku mutu air yang dipersyaratkan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 28 Tahun 2009. Kelimpahan fitoplankton (7.453 ind/l) dipengaruhi oleh kandungan unsur hara yang mendukung pertumbuhannya. Perilaku masyarakat mencakup pengetahuan, sikap, dan tindakan yang dapat mempengaruhi kualitas perairan Situ Bamban. Hasil wawancara masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat dapat dikategorikan kurang baik (53,7%) dan baik (46,3%). Sikap masyarakat dapat dikategorikan menjadi sikap negatif (52,8%) dan sikap positif (47,2%). Tindakan masyarakat untuk dapat menjaga keberadaan Situ Bamban dapat dikategorikan tindakan buruk (73,2%) dan tindakan baik (26,8%). Secara umum, pengetahuan yang kurang baik, sikap negatif, dan tindakan yang buruk berkaitan erat dengan kondisi perairan Situ Bamban yang diklasifikasikan ke dalam tingkat hipertrofik.
Abtrak (Bhs. Inggris)A swamp is an area of water ecosystem that is essential for people’s life, but today the environment has changed its function. Bamban is a 1.5 ha swamp that is used for agriculture and fishery; and the two activities need fertilizers. However, the fertilization of rice fields and the fish feeding into the floating net cages have caused negative impact on eutrophication process; that is lowering the quality of the swamp body. This research is aimed at finding the classification of trophic level on Bamban Swamp based on the N and P content, transparency, and phytoplankton abundance. Moreover, it is to find the society’s attitude towards the swamp quality and to analyse the correlation between the thropic level of Bamban Swamp and the society’s attitude living around the swamp. To collect the data, a survey was done between February and May 2013; and the sample of the water was taken from five stations. The respondents were determined by purposive sampling and there were 123 inhabitants chosen for this research. The result reveals that the input of N and P in Bamban Swamp is beyond the standard water quality required by the Ministry of the Environment Regulation Number 28/2009. The abundance of phytoplankton (7,453 ind/l) is influenced by the content of the nutrient that supports the growth. The society attitude involves knowledge, behaviour, and action which may influence the quality of Bamban Swamp water. The interview result indicates that the people’s knowledge is categorised as fairly good (53.7%) and good (46.3%). On the other hand, their attitude is classified into negative (52.8%) and positive (47.2%); and how the society preserves the swamp (action) is in the category of poor (73.2%) and good (26.8%). Generally, the lack of knowledge, the negative attitude, and the poor action are closely related to the condition of Bamban Swamp that is classified into hiperthropic level.
Kata kuncitingkat trofik, kelimpahan fitoplankton, perilaku masyarakat, dan Situ Bamban
Pembimbing 1Prof. Ir. Totok Agung D H, M.P., Ph.D
Pembimbing 2Dr.rer.nat. Moh. Husein Sastranegara, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.