Artikel Ilmiah : E1A010115 a.n. OHAN MULYANA
| NIM | E1A010115 |
|---|---|
| Namamhs | OHAN MULYANA |
| Judul Artikel | PENERAPAN PEMBUKTIAN TERBALIK BERIMBANG DALAM PERKARA PENCUCIAN UANG DENGAN TERDAKWA BAHASYIM ASSIFIE (Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Agung No. 1454 K/PID.SUS/2011) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Penelitian ini mengambil judul “PEMBUKTIAN TERBALIK BERIMBANG DALAM PERKARA PENCUCIAN UANG DENGAN TERDAKWA BAHASYIM ASSIFIE (Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Agung No. 1454 K/PID.SUS/2011).” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa Penuntut Umum menerapkan pembuktian terbalik dan bagaimana penerapan pembuktian terbalik khususnya terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang dengan Terdakwa Bahasyim Assifie. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif dan dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data sekunder, data ini disajikan secara sistematis dan analisis yang dilakukan dengan metode normatif kualitatif. Pembuktian terbalik merupakan sarana hukum yang baru yang dapat digunakan sebagai suatu alat untuk mengungkap perkara-perkara yang pembuktiannya sangat sulit seperti kasus-kasus tertentu termasuk tindak pidana pencucian uang yang merupakan kejahatan kerah putih. Dalam praktiknya pembuktian terbalik belum diterapkan secara maksimal di dalam proses pemeriksaan perkara pencucian uang karena ditakutkan dapat melanggar asas praduga tidak bersalah, maka diterapkanlah pembuktian terbalik secara berimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata dalam perkara No. 1454 K/PID.SUS/2011, Penuntut Umum menerapkan pembuktian terbalik dengan berlandaskan pada pasal 35 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan hanya dapat diterapkan pada saat proses persidangan, tepatnya pada saat keterangan Terdakwa dan hanya menyangkut harta kekayaan dari terdakwa tidak ada kaitannya dengan pelaku. Kata Kunci : Pembuktian Terbalik Berimbang, Pencucian Uang, Bahasyim Assifie. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT This study takes the title of " REVERSAL BURDEN OF PROOF BALANCED IN THE CASE OF MONEY LAUNDERING WITH DEFENDANT BAHASYIM ASSIFIE (Judicial Review Decision Supreme Court No. 1454 K/PID.SUS/2011)." This study aims to determine why the Prosecutor applied the reversal burden of proof and how the application of evidentiary inverted particularly against Money Laundering by defendant Bahasyim Assifie. The method of approach used in this study is a normative juridical approach, with prescriptive specifications and research in this study used secondary data, this data is presented in a systematic and analysis performed by the method of qualitative normative. Reversal burden of proof is the new methode that can be used as a tool to uncover the cases that the proof is very difficult as particular cases including money laundering which is a white-collar crime. In practice reversal burden of proof has not been applied to the maximum in the process of examination of the case, for fear it may violate the presumption of innocence. Because of that, the reversed burden of proof in a balanced has been applied. The results showed that in fact in case No. 1454 K/PID.SUS/2011 1454, the Prosecutor applied that proof based on article 35 of Law No. 25 of 2003 on Money Laundering and can only be applied at the time of the trial, precisely at the time of the defendant gave a words and the only information concerning assets of the defendant has nothing to do with the perpetrator. Keywords : Reversal Burden in Balanced, Money Laundering, Bahasyim Assifie. |
| Kata kunci | Kata Kunci : Pembuktian Terbalik Berimbang, Pencucian Uang, Bahasyim Assifie. |
| Pembimbing 1 | Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H. |
| Pembimbing 2 | Pranoto, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Handri Wirastuti Sawitri, S.H.,M.H. |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |