Artikel Ilmiah : E1A009011 a.n. PRATIWI KUSUMA RAHAYU

Kembali Update Delete

NIME1A009011
NamamhsPRATIWI KUSUMA RAHAYU
Judul ArtikelLEMAH SYAHWAT SEBAGAI ALASAN CERAI GUGAT (STUDY TERHADAP PUTUSAN NO.239/PDT.G/2013/PA-JB)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Lemah Syahwat Sebagai Alasan Cerai Gugat
(Study Terhadap Putusan No.239/PDT.G/2013/PA-JB)
oleh :
Pratiwi Kusuma Rahayu
E1A009011
ABSTRAK

Setiap manusia memiliki hasrat untuk melanjutkan keturunan dengan melakukan perkawinan. Hasrat itu menjadi dorongan untuk adanya bentuk hidup suami istri, hidup berkeluarga, dan akhirnya membentuk suatu masyarakat negara. Tujuan dari perkawinan menurut Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 adalah untuk membentuk suatu keluarga atau rumah tangga yag bahagia kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, meskipun tujuan perkawinan adalah untuk selama-lamanya, akan tetapi undang-undang perkawinan memperbolehkan perceraian dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, dalam artian perceraian merupakan alternatif terakhir yang boleh ditempuh apabila kehidupan rumah tangga tidak dapat dipertahankan. Salah satu putusnya perkawinan karena adanya perceraian, alasan perceraian ini diatur dalam penjelasan Pasal 39 ayat 2 huruf (e) tentang alasan perceraian karena salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit yang mengakibatkan tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami atau istri, dari hal tersebut di atas dapat dirumskan permasalahan yaitu, bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir mengenai alasan cerai gugat karena lemah syahwat?
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim dalam mengkualifisir mengenai alasan cerai gugat karena lemah syahwat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yaitu menitikberatkan pada bahan hukum sekunder untuk mempelajari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang berupa bahan-bahan hukum yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti, yang selanjutnya akan dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Hakim dalam menggali alat bukti lebih tepat mengkualifisir mengenai cacat badan tersebut, termasuk dalam kualifikasi penyakit atau bukan dan hakim menggali mengenai terjadinya lemah syahwat tersebut diakibatkan oleh gangguan fisik atau psikologis, sehingga dapat terbukti bahwa lemah syahwat tersebut termasuk dalam alasan perceraian pada Pasal 39 ayat 2 huruf (e) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang telah dijabarkan dalam Pasal 19 huruf (e) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 yaitu salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami istri, penyakit dalam hal ini berupa lemah syahwat karena dalam penelitian mengenai duduk perkara dan fakta persidangan penyebab suami istri tersebut memutuskan untuk bercerai disebabkan oleh istri tidak mendapatkan nafkah lahir batin karena suami mengalami lemah syahwat.
Abtrak (Bhs. Inggris)Weak Desire as the reason for divorce is final
(Study Of Ruling No. 239/PDT.G/2013/PA-JB)
by :
Pratiwi Kusuma Rahayu
ABSTRACT


Every human being has the desire to continue the descent by conducting marriages. A passion that became the impetus for the existence of life forms living family, husband and wife, and eventually formed a society of States. Purpose of marriage according to law number 1 of 1074 is to form a family or household its happy eternal based on godhood of almighty god, Although the purpose of marriage is forever, but the act of mating allow divorce with reason that can be accounted for by law in a sense a divorce an alternative last that may be taken if domestic life indefensible. One of the breakdown in the marriage because of the divorce, the grounds for divorce are arranged in the explanation of article 39 paragraph 2 subparagraph (e) of the reasons for divorce, because one of the parties had the impairment or illness which resulted in can't run their obligations as a husband or wife, from the above it can be dirumskan issues namely, how judges in legal considerations qualifications regarding the reason for divorce is final because of weak orgasm?
This research was conducted to find out the legal considerations the judge in qualifications on the reasons for divorce is final because of weak orgasm.
This research using the approach of juricial normative which is focused on the materials law primary, secondary, and tertiary in the form of materials laws relating to the issues to be researched the next one will be analyzed in a normative manner qualitative.
Based on the results of the study revealed that the judge in the digging tool more precise evidence regarding the impairment qualifications, included in the qualifications of the disease or not and the justice probe of such desire will be weak due to physical or psychological disorders, so it can be proven that such desire will be included in weak grounds for divorce in article 41 paragraph 2 subparagraph (e) Act No. 1 of 1974, which has been elaborated in article 19 subparagraph (e) Government Regulation No. 9 in 1975 Namely one of the parties get a handicap badan or disease with the effects can ' t run their obligations, as husband and wife, in this form of the disease is weak because of the desire in the research about the trial and the fact that sitting causes the husband and wife decide to divorce caused by the wife did get a living husband experienced as inner born weak orgasm.
Kata kuncilemah syahwat, lemah syahwat sebagai alasan cerai gugat, cerai gugat
Pembimbing 1H. Mukhsinun, S.H., M.H.
Pembimbing 2Haedah Faradz, S.H., M.H
Pembimbing 3Trusto Subekti, S.H., M.Hum.
Tahun2014
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.