Artikel Ilmiah : B1J009100 a.n. DIYANTO
| NIM | B1J009100 |
|---|---|
| Namamhs | DIYANTO |
| Judul Artikel | KADAR MALONDIALDEHID PLASMA TIKUS DIABETES YANG DIBERI EKSTRAK DAUN KAPULAGA (Amomum cardamomum) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme dan dicirikan adanya penumpukan gula dalam darah (Hiperglikemia). Hiperglikemia dapat meningkatkan reaktivitas radikal bebas. Peningkatan radikal bebas dapat menghasilkan malondialdehid (MDA) yang merupakan hasil akhir peroksidasi lipid. Penderita diabetes melitus biasanya mengkonsumsi obat antidiabetik, salah satunya adalah Glibenklamid. Penggunaan obat tersebut dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan efek samping pada penderitanya, misalnya kelainan pada ginjal. Oleh karena itu, saat ini banyak penelitian menggunakan obat tradisional (herbal) sebagai alternatif pengobatan yang aman. Salah satu obat herbal tersebut adalah daun kapulaga (Amomum cardamomum), yang berpotensi untuk meningkatkan status antioksidan. Sampai saat ini belum tersedia informasi yang berkaitan dengan efek daun kapulaga terhadap perubahan kadar malondialdehid tikus diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kapulaga terhadap kadar MDA plasma tikus diabetes. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu tikus diabetes diberi Ekstrak Daun Kapulaga (EDK) dengan dosis 100 mg/kg bb; dan glibenklamid dosis 0,2 mg/kg bb. Pengambilan sampel darah dilakukan sebanyak 3 kali yaitu hari ke-0, 7, dan 14. Parameter yang diukur adalah kadar MDA plasma tikus diabetes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian didapatkan kadar MDA plasma turun dari 525,54 pmol/mL menjadi 86,67 pmol/mL (P < 0.05) pada kelompok tikus diabetes yang diberi EDK selama 14 hari. Kesimpulannya EDK mampu menurunkan kadar MDA plasma tikus diabetes. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Diabetes mellitus is a disease that is caused by disorders of the metabolism and characterized the buildup of glucose in the blood (Hyperglycemia). Hyperglycemia can increase the reactivity of free radicals. The increased of free radicals can produce malondialdehyde (MDA), which is as the end result of lipid peroxide. Patients with diabetes mellitus usually consume the antidiabetic, one of them is Glibenclamid. The use of the antidiabetic for a long time periode can cause side effects on the sufferer, for example, abnormalities in the kidneys. Therefore, nowadays a lot of research using traditional herbal medicine as an alternative treatment that is safe. One of those herbal medicine is cardamom leaf (Amomum cardamomum), which has the potential to increase the antioxidant status. Until now the information that related to the cardamom leaf effect of the changes levels of malondialdehyde in diabetic rats is not yet available. This research aims to know the cardamom leaf extract to decrease the levels of diabetic rats malondialdehyde plasma. Experimental method used in this research and using Completely Randomized Design with 2 treatments and 6 replications. The treatment given to diabetic rats were Cardamom leaf extract with a dose of 100 mg/kg body weight; and glibenclamid with a dose of 0.2 mg/kg body weight. Collection sample of blood was taking done about 3 times on the 0-day, 7th-day, and 14th-day. Parameters measured were MDA plasma levels of diabetic rats. The data were analyzed using t test. The research results showed that MDA plasma levels decreased from 525,54 pmol/mL to 86.67 pmol/mL (P < 0.05) on rat diabetic groups that given Cardamom leaf extract for 14 days. The conclusion is Cardamom leaf extract can decrease MDA plasma levels of diabetic rats. |
| Kata kunci | Diabetic-rats, Cardamom-leaf-extract, and Malondialdehyde |
| Pembimbing 1 | Dr. Sorta Basar Ida Simanjuntak, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Hery Winarsi, MS |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |