| NIM | H1G009033 |
| Namamhs | RITA YUNITA RAHMANINGTYAS |
| Judul Artikel | BIOREMEDIASI PESTISIDA ENDOSULFAN OLEH Bacillus megaterium BM-PFFP dan Bacillus aquimaris BA-PZN dengan PENAMBAHAN SURFAKTAN dan Indigenous Bacteria dari SEDIMEN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Bioremediasi endosulfan di perairan perlu dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi pencemaran. Salah satu kendala dalam bioremediasi endosulfan adalah sifat hidropobik sehingga perlu ditambahkan surfaktan untuk mengatasi masalah tersebut, pada penelitian ini digunakan surfaktan sintetik jenis tween 80. Penelitian dilakukan terhadap kemampuan bakteri hidrokarbonoklastik (Bacillus megaterium BM-PFFP dan Bacillus aquimaris BA-PZN) dalam bioremediasi endosulfan. Uji bioremediasi endosulfan meliputi 3 perlakuan, P0 (kontrol), P 1 (BM-PFFP+BA-PZN), P2 (BM-PFFP+BA-PZN+tween 80), P3 (BM-PFFP+BA-PZN+ tween 80+ sedimen) yang diinkubasi pada orbital incubator selama 28 hari pada suhu 300 C dan kecepatan 150 rpm. Pengamatan terhadap kadar endosulfan dilakukan pada hari ke-0, hari ke-7, dan hari-28. Ekstrakasi endosulfan dilakukan dengan metode Liquid-Liquid Extraction (LLE) dengan menggunakan larutan hexane dan dichloromethane sebagai pelarut. Analisis endosulfan dilakukan dengan menggunakan Gas Chromatograpy (GC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri BM-PFFP dan BA-PZN mampu mendegradasi endosulfan sebesar 56% pada hari ke-7. penambahan surfaktan tween 80 mampu meningkatkan degradasi sebesar 65% pada hari ke-28, namun dalam pemberian surfaktan sangat penting untuk memperhatikan nilai CMC (critical micelle concentration). Perlakuan P3 mampu meremediasi endosulfan sebesar 90% pada hari ke-28 yang merupakan perlakuan terbaik karena mampu meremediasi endosulfan tertinggi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Bioremediation of endosulfan in waters needs to be done in an attempt to overcome pollution. One of endosulfan bioremediation problems is hydrophobic being added surfactant to solve these problems, in this study use synthetic surfactant tween 80. Research conducted on hydrocarbonoclastic bacteria (Bacillus megaterium BM-PFFP and Bacillus aquimaris BA-PZN) abilities in endosulfan bioremediation. Endosulfan bioremediation includes 3 treatments, i.e. P0 (control), P1 (BM-PFFP+BA-PZN), P2 (BM-PFFP+BA-PZN+tween 80), P3 (BM-PFFP+BA-PZN+tween 80+sediment) being incubated in an orbital incubator for 28 days at 300 C and 150 rpm. Observations of endosulfan performed on day 0, day-7, and day-28. Ectraction endosulfan using the method of Liquid-Liquid Extraction (LLE) use hexane and dichloromethane as the solvent. Analysis of endosulfan performed using Gas Chromatograpy (GC). The results showed that bacteria BM-PFFP and BA-PZN able to degrade endosulfan by 56 % at day-7. Addition of surfactant tween 80 was able to increase the degradation by 65% on day-28, but the addition of surfactant is very important to give attention for value of the CMC (critical micelle concentration). P3 is able to remediate endosulfan treatment by 90% at day-28, which is the best treatment for being able to remediate the highest endosulfan. |
| Kata kunci | Bioremediation, Endosulfan, B. megaterium BM-PFFP, B. aquimaris BA-PZN, surfactan, tween 80 |
| Pembimbing 1 | Dr. Agung Dhamar Syakti, DEA |
| Pembimbing 2 | Nuning Vita Hidayati, S.Pi, M.SI |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|