| NIM | A1L010059 |
| Namamhs | RENTIA ALAMANDA KATARTIKAWATI |
| Judul Artikel | PENGARUH MACAM MEDIA DAN KITOSAN TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT LAYU FUSARIUM DAN ANTRAKNOSA SERTA PERTUMBUHAN ANGGREK BULAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh macam media dan kitosan terhadap intensitas penyakit layu fusarium dan antraknosa pada Anggrek Bulan, (2) mengetahui pengaruh macam media dan kitosan terhadap pertumbuhan Anggrek Bulan. Penelitian dilaksanakan di Desa Ketenger Baturraden, Banyumas dan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan September sampai November 2013. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 15 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah macam media yang terdiri atas: pakis (M1), spaghnum moss (M2), akar kadaka (M3), pakis dicampur spaghnum moss 1:1 (M4), dan pakis dicampur akar kadaka 1:1 (M5). Faktor kedua terdiri atas: penyemprotan air (K0), penyemprotan kitosan (K1) dan penyemprotan fungisida (K2). Variabel yang diamati adalah intensitas penyakit, jumlah daun, panjang dan lebar daun, jumlah akar, panjang akar, dan diameter akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Anggrek Bulan pada media pakis, spaghnum moss, akar kadaka maupun yang dicampur sama. Aplikasi kitosan 3 ppm setiap minggu meningkatkan panjang akar dan jumlah daun Anggrek Bulan. Intensitas penyakit antraknosa pada tanaman yang tumbuh dalam media spaghnum moss adalah yang tertinggi, yaitu mencapai 3,75 %. Penggunaan kitosan 3 ppm setiap minggu mampu menekan intensitas penyakit layu fusarium dan antraknosa, masing-masing sebesar 40,4 % dan 72,1 %. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research aimed: (1) to determine the effect of media and chitosan on the intensity of the fusarium wilt and antrachnose disease on moth orchid, 2) to determine the effect of media and chitosan on the growth of the moth orchid. The experiment was conducted in Ketenger Baturraden, Banyumas and the Laboratory of Plant Protection Faculty of Agriculture, the University of Jenderal Soedirman, Purwokerto from September to November 2013. This research was a factorial experiment using a Randomized Block Design (RBD) which consisted of 15 treatments and 3 replications. The first factor is kinds of media, i.e.: fern (M1), sphagnum moss (M2), kadaka root (M3), fern mixed with spaghnum moss 1:1 (M4), and fern mixed with kadaka root 1:1 (M5). The second factor consisted of: spraying water (K0), spraying chitosan (K1) and spraying fungicide (K2). Observed variables were intensity of disease, number of leaves, length and width of leaf, number of roots, root length, and root diameter. Results showed that the growth of the moth orchid on fern, spaghnum moss, kadaka root, nor media that being mixed are same. Application of chitosan 3 ppm once a week increased the length of the root and the number of the moth orchid’s leaf. Antrachnose disease intensity of plant grows on spaghnum moss media is the highest, is reached 3,75 %. Application of chitosan 3 ppm once a week reduced instensity of fusarium wilt and antrachnose disease, up to 40,4 % and 72,1 % respectively. |
| Kata kunci | Anggrek Bulan, media tanam, kitosan, intensitas penyakit, pertumbuhan. |
| Pembimbing 1 | Ir. Budi Prakoso, M.Sc., D.Tech.Sc. |
| Pembimbing 2 | Ruth Feti Rahayuniati, S.P., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|