Artikel Ilmiah : E1A109085 a.n. VERONIKA RUKMANA
| NIM | E1A109085 |
|---|---|
| Namamhs | VERONIKA RUKMANA |
| Judul Artikel | KEKUATAN PEMBUKTIAN VISUM ET REPERTUM DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DILAKUKAN SUTRISNO (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan No :179/Pid.B/2013/PN.Kdr.) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Penelitian ini mengambil judul Kekuatan Pembuktian Visum Et Repertum dalam Tindak Pidana Penganiayaan yang dilakukan Sutrisno (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan No :179/Pid.b/2013/PN.Kdr.) Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana Kekuatan Pembuktian Visum Et Repertum dalam Tindak Pidana Penganiayaan yang dilakukan Sutrisnoserta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam Tindak Pidana Penganiayaan yang dilakukan Sutrisno. Untuk membahas permasalahan tersebut, maka metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan sumber data berupa data sekunder. Data disajikan dalam bentuk uraian yang di susun secara sistematis dengan analisis kualitatif. Hasil Penelitian ini Kekuatan Pembuktian Visum Et Repertum dalam Tindak Pidana Penganiayaan yang dilakukan Sutrisno (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan No :179/Pid.b/2013/PN.Kdr.) oleh karena Visum et Repertum tersebut dibuat oleh seorang ahli, yaitu, seorang dokter pada RS BHAYANGKARA Kota Kediri, sesuai dengan pasal 187 huruf c KUHAP, maka surat bukti tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti yang sah sehingga mempunyai kekuatan pembuktian yang sah. Dasar Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Pidana dalam Putusan No :179/Pid.b/2013/PN.Kdr, sudah adanya minimal dua alat bukti yaitu adanya keterangan saksi dan alat bukti surat berupa Visum et Repertum No. VER/96/V/2013/Rumkit dan juga sudah dipertimbangkan keterangan terdakwa yang mengakui perbuatannya sehingga hakim memperoleh keyakinan bahwa terdakwa sebagai pelaku tindak pidana serta Majelis Hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terhadap terdakwa. Kata kunci: Pembuktian, Visum Et Repertum , Penganiayaan |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT This study takes the title Visum Et Repertum Strength of Evidence in Crime's persecution Sutrisno (Judicial Review against Decision No.: 179/Pid.b/2013/PN.Kdr.) The problem in this study is how the Strength of Evidence Visum Et Repertum in Crime Sutrisno's persecution and how the legal reasoning of judges in Crime Sutrisno's persecution. To address these problems, the method used is normative, the data sources in the form of secondary data. The data presented in the form of the description in the stacking systematically with qualitative analysis. The results of this study Visum Et Repertum Strength of Evidence in Crime's persecution Sutrisno (Judicial Review of the Decision No.: 179/Pid.b/2013/PN.Kdr.) Because Visum et Repertum was made by an expert, ie, a physician the RS Bhayangkara Kediri, in accordance with article 187 c Criminal Code, the proof can be used as legal evidence that has probative force is legitimate. Dropping Basic Considerations in Criminal Justice in Decision No: 179/Pid.b/2013/PN.Kdr, already the existence of at least two items of evidence, namely the testimony of witnesses and documentary evidence in the form of Visum et Repertum No.. VER/96/V/2013/Rumkit and also considered the testimony of the defendant confessed to the judge that the conviction gained as a criminal defendant and the judges also consider aggravating and relieve the defendant. Keywords: Evidence, Visum Et Repertum, Persecution |
| Kata kunci | Visum et Repertum |
| Pembimbing 1 | Handri Wirastuti Sawitri. S.H., M.H. |
| Pembimbing 2 | Pranoto. S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Dr Hibnu Nugroho. S.H., M.H. |
| Tahun | 2009 |
| Jumlah Halaman | 125 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |