| NIM | A1G010010 |
| Namamhs | INDAH SRI RAHAYU |
| Judul Artikel | EFISIENSI PEMASARAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) PADA KELOMPOK TANI “JAMBU ALAS” DI DESA KARANGCENGIS KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Jambu biji merupakan salah satu produk hortikultura yang mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan dan menjadi prioritas pengembangan komoditas buah-buahan di Indonesia karena sudah mulai dibudidayakan dan menjadi sumber pendapatan petani. Hampir seluruh bagian tanaman jambu biji dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia dan lingkungan seperti kayu jambu biji yang halus dan sangat padat baik digunakan untuk ukiran patung disamping itu kayunya yang kuat bisa dimanfaatkan menjadi aneka gagang diantaranya gagang cangkul,parang,alat penabuh gamelan,sabit . Produk utama yang dapat dikonsumsi dari tanaman jambu biji adalah buahnya yang dpat dikonsumsi dlam keadaan segar dan dapat diolah menjadi sirup,dodol,jeli, permen. Tanaman jambu biji juga dapat digunakan untuk mengobati diare,disentri,demam berdarah, sariawan. Tujuan penelitian adalah menghitung dan mengetahui efisiensi pemasaran jambu biji melalui pendekatan marjin pemasaran jambu biji kelompok tani “Jambu Alas” pada setiap saluran pemasaran di Desa Karangcengis, menghitung dan mengetahui bagian biaya dan keuntungan pada setiap saluran pemasaran serta menghitung dan mengetahui efisiensi pemasaran melalui pendekatan indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis jambu biji pada kelompok tani “ Jambu Alas” di Desa Karangcengis. Metode penetian yang digunakan adalah survei dengan metode pengambilan sampel sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marjin pemasaran Jambu biji pada saluran pemasaran I sebesar Rp4.000,00 per kilogram dengan persentase bagian keuntungan terhadap marjin total sebesar 47,59% saluran pemasaran II sebesar Rp1.250,00 per kilogram dengan presentase bagian keuntungan sebesar 29,27%, biaya pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar Rp765,46 per kilogram (18,08%), pada saluran pemasaran II sebesar Rp622,292per kilogram (39,47%) untuk Saluran pemasaran Jambu biji asal Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga yang paling efisien secara teknis dan ekonomis adalah saluran I (petani – pedagang pengumpul – pedagang pengecer- konsumen). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Guava is one of the horticulture products which has good prospect to be developed. It also became to be the priority in developing fruits in Indonesia, because it has began to be developed and become source of farmer’s income. Almost all of Guava’s part is used in human life and environment such as smooth and heavy wood of it that is used to make statue carving, and the strong wood can be used to make kinds of stem (hoe, chopping knife, and sickle). The major product, that is used from it freshly, is its nut. It can also be made to be syrup, lunkhead, jelly, and candy. Then, it is used as medicine of diarrhea, dysentery, scarlatina, and thrush. The purpose of research is to calculate and determine the marketing efficiency through margin approach on its line, and to calculate and determine the cost of it through the techniques and economics efficiency index at farmer groups in Karangcenggis village. The method of research, that is used, is survey with taking-sample census method. The result of research shows that the margin of marketing on marketing line 1 Rp4.000,00/kg with the profit percentage of total margin 47,59%, marketing line II Rp1.250,00/kg with the profit percentage of total margin 29,27%. The cost of marketing on line I Rp 765,49/kg (18,08%), cost of marketing on line II Rp622, 292/kg (39,47%) . The line marketing I is the most efficiency (farmer-wholesaler-retails-consumer) at farmer groups in Karangcenggis village ,Bukateja district, Purbalingga regency technique and economically. |
| Kata kunci | jambu biji, marjin pemasaran, saluran pemasaran, efisiensi |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Ir. Hj. Anny Hartati, S.U |
| Pembimbing 2 | Ir. Endang Sriningsih, M.P |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|