| NIM | G1B009048 |
| Namamhs | AZIZA AMALIA |
| Judul Artikel | Analisis Tingkat Kepuasan Peserta Jamkesda Mampu di Unit Rawat Inap Puskesmas Bobotsari Kabupaten Purbalingga Tahun 2013 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Jamkesda Kabupaten Purbalingga kini terbagi menjadi dua strata yaitu Jamkesda Miskin dan Jamkesda Mampu (membayar premi). Rawat Inap Tingkat Pertama adalah salah satu pelayanan yang dapat dimanfaatkan peserta Jamkesda Mampu di Puskesmas. Pemanfaatan kartu Jamkesda Mampu untuk pelayanan rawat inap di Puskesmas se-Kabupaten Purbalingga cenderung mengalami penurunan. Penurunan kunjungan di Puskesmas Bobotsari dari tahun 2011 ke tahun 2012 adalah sebesar 44,85%. Menurut penelitian sebelumnya, kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan dapat mempengaruhi minat kunjungan ulang pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan peserta Jamkesda Mampu yang memanfaatkan pelayanan rawat inap di Puskesmas Bobotsari. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian dianalisis dengan analisis gap dan regresi linier untuk mengetahui pengaruh dimensi kualitas pelayanan (reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible) terhadap kepuasan pasien baik secara parsial maupun bersama-sama. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan pasien pada semua dimensi ada pada kategori sedang dengan gap masing-masing: reliability -0,58, responsiveness -0,68, assurance -0,72, empathy -0,64, dan tangible -0,80. Melalui analisis regresi disimpulkan bahwa secara parsial kelima dimensi memiliki pengaruh terhadap kepuasan pasien, sedangkan secara bersama-sama hanya dimensi tangible yang berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan. Puskesmas Bobotsari diharapkan mampu meningkatkan pelayanan di semua dimensi terutama tangible, untuk meningkatkan kepuasan pasien. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Jamkesda in Purbalingga divided into two levels, namely Jamkesda Miskin (premium paid by local government) and Jamkesda Mampu (premium paid by themselves). Base level of inpatient is one of health care that accessible in Puskesmas for Jamkesda participants. Jamkesda Mampu utilization to access inpatient care at Puskesmas around the Purbalingga regency tended to decrease. In 2011 to 2012, the utilization decrease about 44,85% at Puskesmas Bobotsari. According to previous research, patient satisfaction of health care would influence patient visit or utilization. This study aims to analyze the satisfaction of Jamkesda Mampu participants who utilizes inpatient care at Puskesmas Bobotsari. This study is an observational analytic research with cross sectional design. It analyzed by gap analysis and linier regression to find out the influence of five dimensions of service quality (reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible) to patient satisfaction. The result explain that patient satisfaction classified into moderate level with gap -0,58 for reliability, -0,68 for responsiveness, -0,72 for assurance, -0,64 for empathy, and -0,80 for tangible. The linear regression analysis shows that partially, each dimension of service quality related to patient satisfaction, whereas if five dimensions analyzed at the same time, only tangible has the significant influence to patient satisfaction. Puskesmas Bobotsari expected to improve its service quality in all dimensions, especially tangible to increase patient satisfaction. |
| Kata kunci | Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan, Jamkesda |
| Pembimbing 1 | Arif Kurniawan, S.KM, M.Kes |
| Pembimbing 2 | Arih Diyaning Intiasari, S.KM, MPH |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|