Artikel Ilmiah : A1E007020 a.n. BELANA JAYA WEDANA
| NIM | A1E007020 |
|---|---|
| Namamhs | BELANA JAYA WEDANA |
| Judul Artikel | EVALUASI KELAS KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Produktivitas jagung dipengaruhi oleh kualitas/karakteristik lahan termasuk tanah, iklim dan manajemen lahan. Penetapan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman jagung pada tipe penggunaan lahan berbasis jagung tingkat manajemen lahan rendah dan sedang di berbagai jenis tanah penting untuk ditetapkan untuk pencapaian optimalisasi produksi jagung di Kecamatan Kedungbanteng. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui sebaran kelas kesesuaian lahan untuk tanaman jagung di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas, dan (2) mengetahui faktor-faktor (iklim, sifat fisik tanah, dan kondisi lingkungan) yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan selama bulan September 2012 sampai Februari 2013. Analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah survey tanah berdasarkan hasil interpretasi citra dengan tingkat ketelitian 1:75.000 (semidetail). Pengambilan sampel didasarkan pada Satuan Lahan Homogen (SLH) yang dibentuk atas dasar tumpang susun (overlay) peta jenis tanah, peta kelerengan, peta curah hujan, peta penggunaan lahan. Jumlah sampel pada tiap SLH didasarkan pada luasan SLH yang terbentuk yaitu 1-8 sampel tiap 100 hektar. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, hara tersedia, ketersediaan air, temperatur, drainase tanah, media perakaran, kedalaman efektif, bahaya erosi, dan kelerengan. Tahap penyusunan laporan merupakan bagian akhir dari seluruh rangkaian penelitian yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan aktual untuk tanaman jagung di Kecamatan kedungbanteng adalah (1) tidak sesuai permanen (N2) sebesar 79,45 ha (11,07%) dengan faktor pembatas terrain/potensi mekanisasi (s/m), (2) tidak sesuai saat ini (N1) sebesar 272,4 ha (39,95%) faktor pembatas hara tersedia (n) dan 238,3 ha (34,12%) dengan faktor pembatas hara tersedia (n) dan terrain/potensi mekanisasi (s/m), (3) sesuai marginal (S3) sebesar 111,17 ha (14,86%) dengan faktor pembatas retensi hara (f), hara tersedia (n), terrain/potensi mekanisasi (s/m), dan bahaya erosi (e). Kesesuaian lahan potensial adalah (1) Tidak sesuai permanen (N2) sebesar 79,45 ha (11,07%) dengan faktor pembatas terrain/potensi mekanisasi (s/m), (2) Sesuai marginal (S3) sebesar 272,4 ha (39,95%) dengan faktor pembatas hara tersedia (n) dan 238,3 ha (34,12%) dengan faktor pembatas hara tersedia (n) dan terrain/potensi mekanisasi (s/m), (3) Cukup sesuai (S2) sebesar 111,17 ha (14,86%) dengan faktor pembatas retensi hara (f), hara tersedia (n), terrain/potensi mekanisasi (s/m), dan bahaya erosi (e). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Corn productivity is influenced by the quality/characteristics including soil, climate and land management. Determination of land suitability criteria for corn on corn -based land use types of land management and low levels in various types of soil are important for optimizing the set for the achievement of maize production in Sub Kedungbanteng. This study aimed to: (1) determine the distribution of land suitability classes for corn in Kedungbanteng Banyumas district, and (2) determine the factors (climate, soil physical properties, and environmental conditions) that affect the growth and yield of corn in Banyumas Kedung banteng districts. The experiment was conducted in the district Kedungbanteng Banyumas. The study was conducted during the month of September 2012 to February 2013. Analysis of soil samples conducted at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture. The method used was based on the results of the soil survey with the image interpretation accuracy rate of 1:75.000 (semidetail) . Sampling was based on Homogeneous Land Unit (SLH) is formed on the basis of overlay (overlay) map soil type, slope maps, precipitation maps, land use maps. The number of samples in each area based on SLH SLH formed the 1-8 samples per 100 acres . Parameters observed were soil pH, available nutrients, water availability, temperature, soil drainage, rooting media, effective depth, erosion hazard, and slope. Stages of preparation of the report was the final part of a whole series of studies that have been done. The results showed that the actual suitability of land for corn in sub Kedungbanteng is (1) permanently not suitable (N2) at 79.45 ha (11.07%) with the terrain limiting factors / potential mechanization (s/m), (2) not appropriate at this time (N1) of 272.4 ha (39.95%) available nutrient limiting factor (n) and 238.3 ha (34.12%) with available nutrient limiting factor (n) and terrain / potential mechanization (s/m), (3) marginally suitable (S3) for 111.17 ha (14.86%) with a limiting nutrient retention factor (f), nutrients available (n), terrain/potential mechanization (s/m), and erosion hazard (e). Potential land suitability is (1) not suitable permanent (N2) at 79.45 ha (11.07%) with the terrain limiting factors / potential mechanization (s/m), (2) In accordance marginal (S3) of 272.4 ha (39.95%) with available nutrient limiting factor (n) and 238.3 ha (34.12%) with available nutrient limiting factor (n) and terrain/potential mechanization (s/m) , (3) Self- fit (S2) of 111.17 ha (14.86%) with a limiting nutrient retention factor (f), nutrients available (n), terrain/potential mechanization (s/m), and the hazard of erosion (e). |
| Kata kunci | Evaluasi lahan, Kelas Kesesuaian Lahan, Tanaman Jagung, Kesesuaian Lahan Aktual, Kesesuaian Lahan Potensial |
| Pembimbing 1 | Ir. Bambang Setiadji. M.P. |
| Pembimbing 2 | Ir. Bambang Siswo Susilo, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 62 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |