Artikel Ilmiah : A1C009053 a.n. WIDIANTO

Kembali Update Delete

NIMA1C009053
NamamhsWIDIANTO
Judul ArtikelKAJIAN ALIH PROFESI DARI PETANI SINGKONG KE PETANI TEBU DI KABUPATEN BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kabupaten Banjarnegara melakukan pengembangan perluasan tanaman tebu dalam rangka program Swasembada Gula Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Tingkat motivasi yang dimiliki petani dalam berusahatani tebu. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam berusahatani tebu.(3) perbandingan pendapatan usahatani tebu KBD Kuljar dengan pendaptan usahatani singkong setempat. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penelitian ini dilakukan secara sensus yaitu dengan menjadikan seluruh petani KBD Kuljar sebagai responden dan pembandingnya petani singkong dengan jumlah yang sama dengan jumlah petani KBD Kuljar. Metode pengambilan data dengan cara observasi langsung, wawancara dan studi pustaka. Metode analisis data menggunakan uji koefisien korelasi rank Spearman, analisis pendapatan usahatani, dan uji beda t. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Tingkat motivasi petani dalam berusahatani tebu sangat tinggi. 2) Faktor kelembagaan yang berhubungan nyata dengan motivasi petani adalah lembaga ketersediaan sarana produksi serta hasil dan lembaga pemasaran. 3) Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan petani pada usahatani tebu KBD Kuljar keprasan pertama dengan pendapatan usahatani singkong (ha ditolak).
Abtrak (Bhs. Inggris)District Banjarnegara to develop sugarcane expansion in the framework of the National Sugar Self-sufficiency program. This study aimed to determine : ( 1 ) The level of motivation of farmers in sugarcane farming. ( 2 ) The factors that affect the motivation of farmers in sugarcane farming. ( 3 ) comparison of KBD Kuljar cane farm income with farm income of local cassava. The method used in this study is the survey . The research was conducted in the census is to make all farmers as a comparison KBD Kuljar and cassava farmers with an amount equal to the number of farmers KBD Kuljar. Methods of data collection by direct observation , interviews, and literature. Methods of data analysis using the Spearman rank correlation coefficient test , analysis of farm income , and t-test. The results showed that 1) The level of farmer motivation is very high in sugar cane farming. 2) institutional factors were significantly correlated with the farmer motivation is the availability of production facilities as well as the results and marketing institution. 3) There is no real difference between the income of farmers in sugarcane farming KBD Kuljar first harvest with cassava farm income (ha rejected).
Kata kuncitebu, singkong, motivasi, pendapatan usahatani
Pembimbing 1Ir. H. Kasan Kohari, MSP.
Pembimbing 2Ir. Hj. Sri Widarni, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.