Artikel Ilmiah : A1C009033 a.n. DIAH DWI SWASTIATI

Kembali Update Delete

NIMA1C009033
NamamhsDIAH DWI SWASTIATI
Judul ArtikelPERANAN INDUSTRI RUMAH TANGGA EMPING MELINJO TERHADAP PENINGKATAN NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN PETANI MELINJO DI KECAMATAN AMBAL KABUPATEN KEBUMEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kabupaten Kebumen merupakan daerah penghasil melinjo kedua terbesar di Jawa Tengah. Pusat Produksi melinjo terdapat di Kecamatan Ambal. Produksi melinjo yang melimpah dan banyakya perempuan yang tidak bekerja menjadi salah satu peluang usaha bagi masyarakat khususnya perempuan untuk mengolah melinjo menjadi emping melinjo. Usaha emping melinjo berskala rumah tangga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mendapat nilai tambah dari melinjo yang banyak tumbuh di pekarangan rumah dan untuk mengisi waktu luang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis besarnya pendapatan industri rumah tangga emping melinjo, 2) menganalisis nilai tambah industri emping melinjo, dan 3) mengetahui besarnya curahan jam kerja perempuan pengrajin emping melinjo per hari. Sasaran penelitian ini adalah petani melinjo yang memiliki industri rumah tangga emping melinjo di Desa Blengorkulon, Desa Sumberjati, Desa Gondanglegi, dan Desa Pasarsenen. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan metode pengambilan sampel One Stage Cluster Random Sampling, diperoleh sampel atau responden sebanyak 30 orang. Data yang diambil adalah data pendapatan petani melinjo yang memiliki industri rumah tangga emping melinjo tahun 2012. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis nilai tambah, dan analisis curahan jam kerja. Hasil penelitian menunjukkan 1) besarnya pendapatan industri rumah tangga emping melinjo sebesar Rp4.744.188,36, 2) nilai tambah industri rumah tangga emping melinjo sebesar Rp6.089,53 per kilogram, dan 3) curahan jam kerja sebagai pengrajin emping sebesar 6,52 jam per hari.
Abtrak (Bhs. Inggris)Kebumen is the second biggest melinjo producer in Central Java which is centralized in Kecamatan Ambal. The quantity of melinjo producing and many women do not work become one of business oportunity to the citizens especially woman netizens to manufacture melinjo into melinjo chips. The Melinjo chips Industry is a household-scale business that is based on the eagerness of citzens’ to get additional value from melinjo that grows in their yard and to spend leisure time. The research is used to 1) analized the income of this melinjo chips industry, 2) analized the additional value this household-saleindustry, and also 3) to know how much the outpouring hour of women worker per day. The target of the research is melinjo farmer who has household-scale industry of melinjo chips in Desa Blengorkulon, Desa Sumberjati, Desa Gondanglegi, and Desa Pasarsenen. Methods research using survey methods with sampling design One Stage Cluster Sampling Random, sample or respondent taken was 30 people. Data analysis method used is the analysis of income, value-added analysis, and analysis of the outpouring of working hours.The data taken is thedata of the melinjo’s farmer ‘s income who has the household-scale industry of melinjo chips in 2012. The result of the research shows 1) the income of the industry which is Rp4.744.188,36, 2) additional value is Rp6.089,53 per kilogram and 3) outpouring worktime is 6,52 per day.
Kata kunciPendapatan, nilai tambah, curahan jam kerja
Pembimbing 1Dr. Ir. H. Agus Sutanto, M.P.
Pembimbing 2Ir. Hj. Endang Sriningsih, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.