| NIM | D1E009116 |
| Namamhs | AGUNG KURNIAWAN |
| Judul Artikel | BOBOT DAN PERSENTASE LEMAK ABDOMEN DAN GIBLET ITIK LOKAL AFKIR BERDASARKAN SISTEM PEMELIHARAAN DAN LOKASI YANG BERBEDA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem pemeliharaan dan lokasi yang berbeda terhadap bobot dan persentase lemak abdomen dan giblet itik lokal afkir. Sasaran yang digunakan adalah itik Mojosari betina afkir di Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah pola tersarang (nested classification). Faktor lokasi yaitu pertanian (Kecamatan Sampang) dan pesisir (Kecamatan Binangun) sebagai grup dan sistem pemeliharaan terkurung dan gembala sebagai subgrup dengan jumlah sampel yang berbeda-beda (unequal). Peubah yang diukur dalam penelitian ini adalah bobot dan persentase lemak abdomen serta bobot dan persentase giblet (jantung, hati dan gizzard). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan terkurung menghasilkan bobot dan persentase lemak abdomen yang lebih tinggi (P<0.01) dibandingkan dengan bobot dan persentase lemak abdomen pada sistem pemeliharaan gembala. Sistem pemeliharaan terkurung juga menghasilkan bobot jantung yang lebih tinggi (P<0.05) serta bobot gizzard yang lebih tinggi (P<0.01) dibandingkan dengan bobot jantung dan gizzard pada sistem pemeliharaan gembala, namun berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap bobot dan persentase hati, persentase jantung dan persentase gizzard. Lokasi yang berbeda yaitu pertanian dan pesisir berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap bobot dan persentase lemak abdomen serta bobot dan persentase giblet (jantung, hati dan gizzard). Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) bahwa itik pada sistem pemeliharaan terkurung memilki bobot dan persentase lemak abdomen dan giblet (jantung, hati dan gizzard) yang lebih tinggi dibandingkan pada sistem pemeliharaan gembala, baik di lokasi pertanian maupun pesisir. (2) Itik yang dipelihara di lokasi yang berbeda (pertanian dan pesisir) memiliki bobot dan persentase lemak abdomen dan giblet (jantung, hati dan gizzard) yang relatif sama. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research aimed to study the effects of farming system and different location on weight and percentage of abdominal fat and giblet culled local duck. The targets used were female Mojosari duck in regency of Cilacap. The method used in this research was survey with taking sample purposive sampling method. The analysis method used is nested classification. Location factor’s are agricultural (district of Sampang) and coastal area (district of Binangun) as a group and farming systems are intensive and extensive as sub group with total different sample (unequal). Variables measured were weight and percentage of abdominal fat, weight and percentage of giblet (heart, liver and gizzard). The results showed that the intensive farming system produce weight and abdominal fat percentage was higher (P <0.01) in comparison to the weight and abdominal fat percentage on extensive farming system. The Intensive Farming system also produces heart weight higher (P <0.05), and gizzard weights higher (P <0.01) in comparison to the weight of the heart and gizzard in extensive farming system, but not significant effect (P> 0.05) on the weight and the percentage of liver, percentage of heart and percentage of gizzard. Different locations are agriculture and coastal area that was not significant (P> 0.05) on the weight and percentage of abdominal fat, weight and percentage of giblet (heart, liver and gizzard). The conclusions of this study were (1) that the ducks on the intensive farming system have the weight of abdominal fat percentage and giblet (heart, liver and gizzard) is higher than on the extensive farming system, both in agricultural and coastal locations. (2) Ducks that are maintained in different locations (agricultural and coastal) has a weight and percentage of abdominal fat and giblet (heart, liver and gizzard) were similar relatively. |
| Kata kunci | itik Mojosari, sistem pemeliharaan, lokasi, lemak abdomen, giblet. |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. H. Mochammad Mufti, M. Si |
| Pembimbing 2 | Ir. Ibnu Hari Sulistyawan, M. Sc |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|