Artikel Ilmiah : A1M008079 a.n. FITRI APRIANTI

Kembali Update Delete

NIMA1M008079
NamamhsFITRI APRIANTI
Judul ArtikelFORMULASI PANGAN DARURAT BERBASIS TEPUNG JAGUNG INSTAN DAN TEPUNG KEDELAI INSTAN MENGGUNAKAN SORBITOL DAN GLISEROL SEBAGAI HUMEKTAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penanganan pangan darurat di Indonesia selama ini masih belum mendapat perhatian lebih. Pangan darurat yang berkembang lebih kepada pangan siap olah (ready to cook), bukan pangan siap saji (ready to eat). Penambahan humektan bertujuan untuk menurunkan kadar air dan bahan baku lokal untuk memperbaiki cita rasa. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi pangan darurat berbahan baku empat varietas jagung dan tepung kedelai, mengetahui pengaruh sorbitol dan gliserol sebagai humektan terhadap karakteristik kimia pangan darurat dan mengetahui prototipe pangan darurat terbaik dari tepung jagung dan tepung kedelai yang mempunyai sifat mudah ditelan dan disukai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Faktor yang dicoba yaitu varietas jagung J1 (jagung Bisi); J2 (jagung Lokal); J3 (jagung Pioneer); J4 (jagung Srikandi) dan jenis humektan H1 (sorbitol 5%); H2 (gliserol 1,5%) sehingga diperoleh 8 kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan prototipe formula pangan darurat terbaik berbahan dasar tepung jagung Lokal terdiri dari 36% tepung jagung Lokal, 23% tepung kedelai, 16% susu bubuk full cream, 8% gula halus dan 16,4% minyak goreng. Mengandung kadar protein 15,36 (%bk), kadar lemak 28,04 (%bk) dan kadar karbohidrat sebesar 50,42 (%bk) dan menghasilkan produk yang agak mudah sampai mudah ditelan, aftertaste agak pahit sampai tidak pahit.
Abtrak (Bhs. Inggris)The handling emergency food product in Indonesia still has not received more attention. Emergency food to a growing more ready to cook, notready to eat. The addition of humectants aims to reduce of water content and local komodity to improve taste. The purpose of this research was to create emergency food formulations made from four varieties of corn and soy flour determine the effect of sorbitol and glycerol as a humectants against emergency food chemicall characteristics and determine a prototype emergency food from corn flour and soy flour which has properties easy to swallow and preferred. This research used Complete Random Design (RAL) factorial with three replicates. The factors tested are kind of corn varieties J1(Bisi), J2(Lokal); J3(Pioneer); J4(Srikandi), and type of humectants H1(sorbitol5%), H2(1,5% glycerol) to obtain 8 combined treatment. The result showed that the best prototype emergency food formula made from Lokal corn flour consists of 36 % Local corn flour, soy flour 23%, 16% full cream milk powder, 8% icing sugar and coconut oil 16,4%. Best prototype containing protein content 15,36 (% db), lipid content 28,04 (% db) and carbohydrate content 50,42 (% db), produce a product that is rather easy up to easy to swallow, rather bitter aftertaste up to not bitter.
Kata kuncipangan darurat, tepung jagung, tepung kedelai, humektan.
Pembimbing 1Dr. Nur Aini, S.TP.,M.P
Pembimbing 2Gunawan Wijonarko, S.P.,M.P
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.