Artikel Ilmiah : F1B008024 a.n. WHENY ARIE STYORINI

Kembali Update Delete

NIMF1B008024
NamamhsWHENY ARIE STYORINI
Judul ArtikelIMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PKL KOTA MAGELANG
(Studi di sekitar Pasar Rejowinangun Pasca Kebakaran Tahun 2008)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini dilatarbelakangi adanya dampak dari keberadaan pedagang kaki lima setelah salah satu pasar terbesar di Kota Magelang yaitu Pasar Rejowinangun terbakar. Pertumbuhan PKL sebagai salah satu sektor informal sering dikaitkan dengan dampak negatif bagi lingkungan perkotaan, dengan munculnya kesan buruk, kotor, kumuh dan tidak tertib. Pemerintah Kota Magelang melalui Perda Nomor 3 Tahun 2006 tentang Penataan dan Pembinaan PKL telah berupaya untuk mengatur pedagang pasca kebakaran di Pasar Rejowinangun dengan memberikan penampungan sementara untuk para pedagang, tetapi masih belum efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Implementasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2006 tentang penataan dan pembinaan pedagang kaki lima khususnya pedagang kaki lima di eks Pasar Rejowinangun Kota Magelang. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Hubermans. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan yang ada di dalam kajian penataan dan pembinaan PKL di Kota Magelang belum sepenuhnya sampai kepada para pedagang khususnya dalam hal sosialisasi baik tentang perda yang mengatur maupun tempat relokasi pasca kebakaran tahun 2008 karena pemerintah Kota Magelang sendiri belum menyediakan ruang untuk PKL karena kebijakan yang dibuat masih bersifat top-down akibatnya aspirasi masyarakat kurang mendapatkan umpan balik atau perhatian dari pemerintah kota itu sendiri.
Abtrak (Bhs. Inggris) This research study is based on the impact of the presence of street vendors after one of the biggest markets in Magelang City is burned namely Rejowinangun Market. This research aims to describe how the implementation of the Regional Regulation No. 3 of 2006 about the structuring and development of street vendors hawkers especially in the former Rejowinangun Market Magelang City. Street vendors growth as one of the informal sector is often associated with negative impacts for the urban environment, with the emergence of a bad impression, dirty, rundown and not orderly. The government of Magelang City through law No. 3 of 2006 about the Management and Development of street vendors have to set up merchant after burned in Rejowinangun Market to provide temporary shelter for the merchants, but it is still not effective.The method of this study is qualitative descriptive methods. The selection of informants using purposive sampling and snowball. The data collection techniques are interviews method , observation , and documentation. As for the data analysis techniques using interactive analysis model and Hubermans Miles. The Result of this study shows that existing policies in the structuring and development study of street vendors in Magelang City not fully up to the traders, especially in terms of socialization of the regulations that govern well and place relocation after a fire in 2008 because the government Magelang City itself has not provided a policy for street vendors because they are made of top-down aspirations consequently less feedback.
Kata kunciimplementasi, penataan, pedagang kaki lima
Pembimbing 1Prof. Dr. P. Israwan Setyoko, M.S
Pembimbing 2Tobirin, S.sos, M.Si
Pembimbing 3Dra. Lilis Sri S, MM
Tahun2013
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.