Artikel Ilmiah : H1D009073 a.n. RATNA SETYOWATI

Kembali Update Delete

NIMH1D009073
NamamhsRATNA SETYOWATI
Judul ArtikelEfektivitas Pendistribusian Ruang Terbuka Hijau (RTH) Terhadap Debit Puncak Banjir
(Studi Kasus DAS Banjaran)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Banjir merupakan permasalahan umum yang sering terjadi di kota-kota di Indonesia. Dapat dikatakan bahwa perubahan penutup vegetasi pada kota-kota tersebut berpengaruh terhadap karakteristik limpasan permukaan (run off) yang menyebabkan peningkatan debit puncak dan banjir yang parah di daerah hilir (Pratisto dan Danoedoro, 2003). Sehingga perencanaan perubahan penutup vegetasi berupa Ruang Terbuka Hijau (RTH) perlu diperhitungkan sebaik-baiknya untuk mencegah terjadinya banjir. Adapun pendistribusian RTH memiliki dua sistem, yaitu terpusat dan tersebar, yang diperkirakan memiliki efektivitas yang berbeda. Purwokerto, sebagai kota yang sedang berkembang, membutuhkan perencanaan lansekap yang baik agar mampu menangani debit puncak air yang besar ketika hujan turun. Adapun studi kasus dari penelitian ini adalah DAS Banjaran dimana Purwokerto masuk ke dalam lingkup wilayahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan pendistribusian RTH di DAS Banjaran yang paling efektif terhadap debit puncak banjir. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pemodelan pada program HEC-HMS. Pendistribusian RTH dimodelkan dalam dua sistem, yaitu terpusat dan tersebar. Masing-masing sistem itu sendiri memiliki beberapa model pendistribusian berdasarkan pengalokasiannya terhadap tiga daerah sub-DAS, yaitu 3 pemodelan sistem terpusat dan 7 pemodelan sistem tersebar. Tiga daerah tersebut adalah sub-DAS Banjaran 1 daerah hulu, sub-DAS Banjaran 1 daerah hilir, dan sub-DAS Kranji. Sedangkan total wilayah yang dimodelkan adalah sebesar 20% dari luas total DAS, atau seluas 12,55 km2. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendistribusian yang paling efektif adalah pemodelan RTH Tersebar 2 dengan debit puncak 38 m3/s dan penurunan terhadap eksisting sebesar 0,26%. Pemodelan RTH Tersebar 2 tersebut mampu menekan dampak perkembangan kota yang mengakomodasi perluasan kawasan pemukiman dan pertanian basah di DAS Banjaran, yaitu dengan mengalokasikan 13,33% (8,37 km2) RTH di hulu Banjaran dan 6,67% (4,18 km2) di bagian hilir (sub-DAS Kranji).
Abtrak (Bhs. Inggris)Flood is general problem which often occurs in cities of Indonesia. It can be said that change of vegetation covering in the cities effects character of run off which causes peak flow rising and serious flood in downstream area (Pratisto and Danoerdono, 2003). Thus, the design of vegetation covering change of open space needs to be formulated well to prevent the flood. However, open space distribution has two systems; centered and spread. It is estimated that the systems have different effectiveness. Purwokerto, as developing city, needs well landscape design in order to handle problem of peak flow when rain occurs. The case study of this research was Banjaran watershed where Purwokerto was included. The goal of this research was to know the most effective design of open space distribution towards the flood peak flow. The study was conducted by modeling using HEC - HMS program. RTH distribution was modeled in two systems; centered and spread. Each system had several distribution models based on the allocation of the three sub-watersheds that were 3 centered system models and 7 spread system models. The three areas were upstream sub-watershed of Banjaran 1, downstream sub-watershed of Banjaran 1, and sub-watershed of Kranji. Total area modeled was 20% of the total area of Banjaran watershed, or 12.55 km2 in wide. The research results showed that the most effective model was Spread Open Space model 2 with peak discharge of 38 m3/s and reduction of 0.26 % to the existing. Spread Open Space model 2 was able to reduce the impact of urban development that accommodates expansion of settlements and wet agricultural areas in the Banjaran watershed by allocating open space as 13.33% (8.37 km2) in the upstream of Banjaran and 6.67% (4.18 km2) in the downstream (sub-watershed of Kranji) .
Kata kunciRuang Terbuka Hijau, Daerah Aliran Sungai Banjaran, parameter DAS, analisis hidrologi, HEC-HMS, debit puncak banjir, Open space, Banjaran Watershed, watershed parameters, hydrologic analysis, flood peak flow
Pembimbing 1Dr. Eng. Purwanto Bekti S.
Pembimbing 2Nastain, S.T., M.T.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.