Artikel Ilmiah : C1A009022 a.n. FEBYAN MUTHIA SARI

Kembali Update Delete

NIMC1A009022
NamamhsFEBYAN MUTHIA SARI
Judul ArtikelANALISIS PERBANDINGAN EFISIENSI DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI USAHA PEMBENIHAN DAN USAHA PEMBESARAN BUDIDAYA IKAN GURAMI DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi kasus di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng dan Desa Kalikidang Kecamatan Sokaraja)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Analisis Perbandingan Efisiensi dan Tingkat Kesejahteraan Petani Usaha Pembenihan dan Usaha Pembesaran Budidaya Ikan Gurami di Kabupaten Banyumas (studi kasus di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng dan Desa Kalikidang Kecamatan Sokaraja)”.
Penelitian ini memakai metode survei. Responden adalah petani pembenihan ikan gurami di Desa Beji, dan petani pembesaran ikan gurami di Desa Kalikidang. Jumlah populasi dalam penelitian ini untuk pembenihan adalah 75 orang dan untuk pembesaran adalah 35 orang. Dengan menggunakan rumus slovin, diperoleh jumlah sampel untuk pembenihan adalah 43 orang dan untuk pembesaran adalah 26 orang. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis penerimaan dan pendapatan bersih yang diperoleh petani, tingkat efisiensi usaha, titik impas (break even point), serta kesejahteraan petani dan keluarganya. Alat analisis yang digunakan adalah rumus pendapatan bersih, rumus efisiensi (R/C ratio), BEP, dan rumus Kesejahteraan (standar Kebutuhan Hidup Layak).
Hasil analisis pendapatan bersih menunjukan bahwa usaha pembenihan lebih menguntungkan dibandingkan usaha pembesaran. Hasil analisis R/C ratio menunjukan bahwa efisiensi usaha pembenihan lebih tinggi daripada efisiensi usah pembesaran. Hasil analisis titik impas (BEP) menunjukan bahwa usaha pembenihan dan usaha pembesaran sudah melebihi titik impas (BEP) atas dasar rupiah, atas dasar unit dan atas dasar harga produksi. Hasil analisis tingkat kesejahteraan dengan menggunakan rumus kesejahteraan dimana pendapatan bersih perkapita per bulan dari usaha budidaya di bandingkan dengan standar kebutuhan hidup layak (KHL) menunjukkan bahwa 100 persen petani yang berasal dari usaha pembenihan dan usaha pembesaran belum sejahtera. Dikarenakan jika dihitung hanya dari pendapatan bersih dari usaha budidaya belum dapat sejahtera, maka dilakukan perhitungan dengan menambahkan pendapatan keluarga dari luar usaha budidaya per bulan yang kemudian dibandingkan dengan standar KHL. Dengan hal tersebut diperoleh hasil petani yang sudah sejahtera pada usaha pembenihan 9 orang dan usaha pembesaran 4 orang
Implikasi diatas adalah usaha pembenihan dan pembesaran ikan gurami ini dapat tetap dilanjutkan karena telah memberikan keuntungan. Petani yang memiliki luas lahan sempit sebaiknya lebih memperhatikan penggunaan input-input produksi seperti penebaran indukan dan bibit ikan gurami. Penebaran indukan pada usaha pembenihan ikan gurami di Desa Beji sebaiknya memakai kombinasi penebaran induk sesuai SNI. Sedangkan penebaran bibit pada usaha pembesaran harus disesuaikan dengan kondisi lahan. Dinas Pertanian sebaiknya membuat SOP yang resmi untuk petani budidaya gurami agar petani mempunyai petunjuk operasional sehingga produksinya dapat bertambah dan lebih berkualitas. Petani sebaiknya mencari sumber pendapatan lain agar dapat memperluas usahanya sehingga nantinya dapat memenuhi sesuai dengan standar KHL selama satu bulan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The title of research is “Comparative Analysis of Efficiency and Farmers Welfare of hatchery business and rearing business of gurami fish cultivation in Banyumas (case study in Beji village, Kedungbanteng subdistrict and Kalikidang village, Sokaraja subdistrict)".
This research used survey method. Respondents were hatchery gurami fish farmers in Beji village and rearing gurami fish farmers in Kalikidang village. Total populations of this research were 75 people for hatchery and 35 people for rearing. By using Slovin formula, obtained the number of samples for hatchery is 43 and for rearing is 26. This research is aimed to analyze farmers’ revenue and net income, level of business efficiency, break-even point, and farmers and welfare of farmers and their family. Analysis tool used is net income formula, efficiency formula (R/C ratio), BEP, and Welfare formula (standard Living Needs).
The result of net income analysis showed that hatchery business is more profitable than rearing business.The result of R/C ratio analysis indicated that the efficiency of hatchery business is higher than the efficiency of enlargement business. The result of BEP analysis showed that hatchery business and rearing business already exceed the breakeven point (BEP) on the basis of rupiah, unit and produk price. And the result of welfare analysis which the per capita net income per month from cultivation business is compared standard living needs (KHL) shows that 100 percent of the farmers who came from hatchery business and rearing business are not prosperous. Because if calculated only on the net income from cultivation can not be prosperous, so it is calculated by adding family income per month from outside cultivation business and then it is compared with a standard KHL. Accordingly, the result is farmers who already prosperous on hatchery business are 9 people and on rearing business are 4 people.
The implications are gurami fish hatchery and rearing business can be continued because they have given benefit. Farmers who have small land area should pay more attention to the use of production inputs such as seeds and broodstock fish gurami stocking. Broodstock stocking on gurami fish hatchery business in Beji village should use appropriate stocking combination SNI. While the stocking of seedlings on rearing business should be adapted land condition. Department of Agriculture should make a formal SOP for gurami fish cultivation farmers so that farmers have operating instructions so that production can be increased and better quality. Farmers should look for other sources of income to expand their business so that they can reach the KHL standard for a month.
Kata kunciEfisiensi Ikan Gurami, Tingkat Kesejahteraan, R/C rasio, BEP, KHL, Efficiency of business Gourami fish, farmer welfare, R/C ratio, BEP, Welfare formula.
Pembimbing 1Barokatuminalloh, SE, M.Sc
Pembimbing 2Drs. Hary Pudjianto, M.M.
Pembimbing 3Dra. Neni Widayaningsih, M.M
Tahun2013
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.