Artikel Ilmiah : P2CA12021 a.n. KHURRI NISWATI, S.E
| NIM | P2CA12021 |
|---|---|
| Namamhs | KHURRI NISWATI, S.E |
| Judul Artikel | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2003-2011 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan. Pulau Jawa merupakan pulau yang memiliki paling banyak jumlah penduduk miskin. Di Pulau Jawa terdapat 6 provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten dan DI Yogyakarta. DI Yogyakarta merupakan provinsi yang paling kecil di Pulau Jawa akan tetapi dilihat dari persentase kemiskinan, DI Yogyakarta menempati urutan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2003 sampai 2011. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendidikan, kesehatan, produktivitas tenaga kerja, UMK, dan inflasi. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat menganalisis bagaimana dan seberapa besar pengaruh variabel-variabel bebas tersebut diatas terhadap kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam penentuan kebijakan dalam mengurangi dan mengatasi kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan data panel lima kabupaten/kota selama periode 2003-2011. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Biro Pusat Statistik (BPS) dan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta tinggi dikarenakan pendidikan dan kesehatan yang rendah sehingga produktivitas tenaga kerja menjadi rendah. Upah yang diterima oleh pekerja juga tidak sesuai dengan UMK yang ditetapkan. Sedangkan inflasi juga terus meningkat selama beberapa tahun terakhir; (ii) variabel pendidikan, inflasi dan UMK tidak berpengaruh terhadap kemiskinan di DIY, variabel kesehatan dan produktivitas tenaga kerja berpengaruh negatif terhadap kemiskinan di DIY, dan variabel UMK berpengaruh positif terhadap kemiskinan di DIY. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The current development programs have always given a great attention to poverty alleviation efforts. Nevertheless, the present problem of poverty continues and it becomes a prolonged problem. Java is an island with the largest number of poor people. In Java, there are 6 provinces, namely West Java, Central Java, East Java, DKI Jakarta, Banten and Yogyakarta. Yogyakarta is the smallest province of Java but it shown as the poorest province. This study is aimed to analyze the factors that influence poverty in Yogyakarta from 2003 to 2011. The variables used in this study are education, health, labor productivity, minimum wage of a region, and inflation. The purpose of this study are expected to analyze about how it supposed and how big are those variables influence the independent above toward poverty in Yogyakarta, which is expected to be used as a basic formulation of policy in reducing and overcoming poverty in Yogyakarta. This study uses five panel data of districts/cities during the period of 2003-2011. The data used is a secondary data obtained from the Central Statistics Bereau (CSB) and the Ministry of Manpower and Transmigration in Yogyakarta. The analysis technique used in this study is panel data with an approach of Fixed Effect Model (FEM). The results showed that (i) the poverty in Yogyakarta is high due to low education and health which is cause low labor productivity. Wages that received by workers are also under minimum wage of a region. Meanwhile, inflation has continued to increase over the last few years, (ii) education, inflation and minimum wage of region variables have no influence toward poverty in DIY. Health and labor productivity variables have negative influence to poverty in DIY and minimum wage of region has positive influence to poverty in DIY. |
| Kata kunci | Kemiskinan, Kesehatan, Produktivitas Tenaga Kerja, UMK |
| Pembimbing 1 | Dr. Haryadi, M.Sc |
| Pembimbing 2 | Drs. Nurul Anwar, M.S, Ph.D |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |