Artikel Ilmiah : F1B008026 a.n. SLAMET

Kembali Update Delete

NIMF1B008026
NamamhsSLAMET
Judul ArtikelAnalisis Dampak Kebijakan Upah Minimum Regional (UMR)
Studi Kasus Pemenuhan Kebutuhan Konsumsi Dasar Personal Buruh Sektor Industri di Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kebijakan Upah Minimum Kabupaten (UMK) merupakan kebijakan pemerintah daerah guna melindungi hak buruh terhadap dominasi kepentingan kaum pemilik modal. Hal ini perlu dikaji, sebab pada hakekatnya konsumsi dasar personal buruh mengalami peningkatan lebih cepat daripada peningkatan upah/gaji yang diterima buruh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Kebijakan Upah Minimum Kabupaten (UMK) telah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dasar personal buruh sektor industri di Kabupaten Purbalingga dan mengetahui tingkat kepatuhan stakeholder terhadap Kebijakan Upah Minimum Kabupaten berdasarkan persepsi buruh di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Pemilihan sampel menggunakan tekhnik aksidental. Adapun tekhnik analisis untuk pengujian hipotesis yaitu menggunakan tabulasi silang, korelasi kendall tau, regresi sederhana dan scatterplot. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara Kebijakan Upah Minimum Kabupaten (UMK) terhadap Pemenuhan Kebutuhan Konsumsi Dasar Personal Buruh dengan arah positif sebesar 0,427. Semakin baik kebijakan UMK maka akan semakin terpenuhi pula kebutuhan konsumsi dasar personal buruh. Namun, dalam kenyataannya kebijakan UMK masih belum dapat memenuhi kebutuhan dasar personal buruh. Oleh karena itu, para buruh dipaksa lebih survive dalam melakukan pemenuhan kebutuhan konsumsi dasar personalnya. Konsekuensinya banyak buruh yang mengambil pekerjaan sampingan diluar pekerjaan utamanya.
Abtrak (Bhs. Inggris)The local minimum wage policy is a local government policy to protect labor rights against the interests of the owners of capital domination. This study is interesting, because the personal basic consumption increase more rapidly than labor wages. The purpose of this study was to determine whether the local minimum wage policy has been able to meet the basic needs of personal consumption in the industrial sector labor Purbalingga and stakeholders to determine the level of compliance with the local minimum wage policy based on the perception of labors in Purbalingga. Quantitative method is used in this research with accidental sampling technique. Meanwhile, the hypothesis analysis use cross-tabulations, regression simple, Kendall tau correlation, and scatterplot. The result of this result show that a significant effect between the local Minimum Wage Policy toward Fulfillment of the Basic Personal Consumption Labour with the positive direction of 0.427. As well as the quality of local minimum wage policy, it will be followed by the fulfillment of basic consumption’s labor. However, in fact, this policy has yet give satisfactory to all stakeholders. Therefore, some labors are forced to survive in performing basic consumption. Consequently, most labor take a lot of side jobs outside of work as laborers.
Kata kuncikonsumsi dasar, sektor industri, upah minimum
Pembimbing 1Drs. H. Pawrtha Dharma, M.Si
Pembimbing 2Tobirin, S.Sos., M.Si
Pembimbing 3Drs. H. Ngalimun, MPA
Tahun2013
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.