Artikel Ilmiah : P2BA11011 a.n. YULINA ANDRIANI
| NIM | P2BA11011 |
|---|---|
| Namamhs | YULINA ANDRIANI |
| Judul Artikel | DINAMIKA POPULASI Lactobacillus plantarum PADA FERMENTASI DENGAN MEDIA CAMPURAN ONGGOK DAN LIMBAH CAIR TAHU DALAM MENINGKATKAN KADAR PROTEIN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Onggok merupakan limbah pertanian yang sering menimbulkan masalah lingkungan, karena berpotensi sebagai polutan.Sejauh ini permasalahan terjadi karena hanya 21 %limbah saja yang sudah dimanfaatkan untuk bahan pangan, pakan ternak, pupuk dan produk lain. Begitu juga dengan limbah cair tahu. Limbah ini sering dibuang secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga menghasilkan bau busuk dan mencemari lingkungan. Tanpa proses penanganan yang baik, limbah tahu menyebabkan dampak negatip seperti polusi air, sumber penyakit, meningkatkan pertumbuhan nyamuk dan menurunkan estetika lingkungan. Onggok dan limbah cair tahu dapat dimanfaatkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan melalui pengolahan menjadi bahan pakan berkualitas melalui proses fermentasi. Fermentasi merupakan aplikasi metabolisme mikroba untuk mengubah bakan baku menjadi produk yang bernilai tinggi, seperti asam-asam organik, protein sel tunggal, biopolimer dan antibiotika. Sejauh ini belum ditemukan penelitian yang memanfaatkan media campuran onggok dan limbah cair tahu sebagai media fermentasi asam laktat oleh bakteri Lactobacillus plantarum dengan harapan dapat meningkatkan kandungan proteinnya, sehingga penelitian ini akan difokuskan pada masalah tersebut. Tujuan penelitian ini untukmengevaluasi dinamika pertumbuhan Lactobacillus plantarum dalam media campuran onggok dan limbah cair tahu.Tujuan kedua untuk mengkaji komposisi campuran media onggok dan limbah cair tahu yang paling baik sebagai media pertumbuhan Lactobacillusplantarum. Tujuan ketiga untuk Mengevaluasi efektivitas penggunaan Lactobacillus plantarum sebagai inokulan dalam fermentasi untuk meningkatkan nilai protein media campuran onggok dan limbah cair tahu. Penelitian bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan faktor tunggal sebagai perlakuan yaitu 4 komposisi campuran media yang diuji terdiri dari campuran media dengan C/N ratio 4, 7,10 dan 13. Variabel bebas adalah komposisi campuran media, variable tergantung adalah pertumbuhan bakteri dan kandungan protein. Setiap perlakuan dilakukan 6 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0, hari ke-2, hari ke-4 dan hari ke-6 fermentasi. Parameter utama yang diukur adalah jumlah bakteri dan kadar protein, sebagai parameter tambahan adalah pH dan total gula tereduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C/N ratio 4:1, 7:1, 10:1 dan 13:1 pada media onggok dan limbah cair tahu tidak memberikan pengaruh yang nyata pada jumlah koloni L. plantarum maupun kadar protein kasar. Peningkatan jumlah L. plantarum pada proses fermentasi tidak maksimal karena penurunan pH yang begitu tajam. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Onggok was agricultural wastes which caused environmental problems, due to its potential as pollutant. It was mainly due to the fact that up to now around 21 % only such waste had been used as valuable products such as food, feed, fertilizer and other products. Other case, tofu liquid waste becomes problem also. It often discarded directly to environment without any process which would produce foul odor and harm to the environment. Onggok and tofu liquid waste can be improved their value through fermentation which help reducing the environment problem. Fermentation was application microbial metabolism for transform raw materials into product which has higher value, such as organic acids, single cell protein, biopolymer and antibiotics. So far, there was any information has been found concerning the utilization of onggok- tofu waste mixture as Lactobacillus plantarum fermentation media. Thus, this study was aimed to used such for Lactobacillus plantarum in order to improve the protein content. The aims of this study is to evaluate the dynamics of growth of Lactobacillus plantarum in the onggok and tofu liquid waste mixed media.The second aim is to examine the composition of the mixed media most well know as a medium for the growth of Lactobacillus plantarum. The third aim is to evaluate the effectiveness of the use of Lactobacillus plantarum as an inoculant in fermentation to increase the value of protein onggok and tofu liquid waste mixed media. The method used was experimental method using a completely randomized design (CRD) with a single factor, as treatments are 4 kinds of tested media wich were mixture of media with the C / N ratio of 4, 7, 10 and 13. The independent variable was the composition of mixed media, dependent variable was the growth of bacteria and protein content. Each treatment was with 6 replications. Observations were done on day 0, day 2, day 4 and day 6 of fermentation. The primary outcome measured was the number of bacteria and protein levels, additional parameters were pH and reducing sugar. Results of this research showed that treatment of C / N ratio of 4, 7, 10 and 13 in the media onggok and tofu liquid waste was not give significant effect on the number of colonies of L. plantarum and crude protein levels. Increase in the number of L. plantarum in the fermentation process was not optimal due to the decrease in pH is so sharp. |
| Kata kunci | onggok, Lactobacillusplantarum, |
| Pembimbing 1 | Prof. Drs. Agus Irianto, MSc. Ph.D |
| Pembimbing 2 | Dr. Hendro Pramono, MS |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |