Artikel Ilmiah : B1J006093 a.n. OKTAFIROH NURHAYATI

Kembali Update Delete

NIMB1J006093
NamamhsOKTAFIROH NURHAYATI
Judul ArtikelFITOREMIDIASI LOGAM SENG (Zn) PADA LIMBAH CAIR BATIK OLEH KAYU APU (Pistia stratiotes) DAN KIYAMBANG (Salvinia molesta) PADA SKALA LABORATORIUM
Abstrak (Bhs. Indonesia)Industri batik yang menggunakan bahan pewarna sintetis menghasilkan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengandung logam berat seng. Logam berat yang telah terakumulasi dapat mengakibatkan pencemaran di lingkungan dan keracunan bahkan kematian bagi makhluk hidup. Upaya untuk mengurangi dampak dari logam berat tersebut dapat dilakukan dengan mengolah limbah secara biologi. Fitoremidiasi merupakan salah satu alternatif pengolahan limbah secara biologi dengan memanfaatkan tanaman untuk menghilangkan, memindahkan, menstabilkan atau menghancurkan bahan pencemar baik organik maupun anorganik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman, luas penutupan serta kombinasi luas penutupan dan jenis tanaman yang mampu menurunkan kadar seng secara optimal pada limbah cair batik oleh Pistia stratiotes dan Salvinia molesta. Pengambilan sampel limbah cair batik dilakukan di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara sedangkan tumbuhan P. stratiotes dan S. molesta diambil di Desa Tanjung, Purwokerto Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimantal dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Perlakuan yang dicobakan yaitu persentase luas penutupan P. stratiotes sebanyak 3 taraf dan luas penutupan S. molesta sebanyak 3 taraf sehingga ada 9 kombinasi perlakuan dan masing-masing kombinasi perlakuan di ulang 3 kali. Variabel bebas berupa kombinasi luas penutupan dua jenis kombinasi tanaman air sedangkan variabel tergantung berupa persen penurunan kadar seng pada media uji. Parameter utama yang diamati adalah kadar seng dalam media uji dan parameter pendukungnya yaitu suhu, pH media uji dan intensitas cahaya. Pengukuran kadar seng dalam limbah batik menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Uji F), dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas penutupan P. stratiotes memberikan hasil yang sangat nyata antar perlakuan (p<0.01) dan hasil yang paling baik pada perlakuan luas penutupan P. stratiotes 50% yang mampu menurunkan kadar seng limbah batik paling tinggi yaitu sebesar 67,04%. Sementara itu luas penutupan S. molesta tidak menunjukkan perbedaan antar perlakuan (p>0.05) dengan persentase penurunan tertinggi sebesar 59,44% pada luas penutupan S. molesta 50%. Disamping itu kombinasi perlakuan antara luas penutupan P. stratiotes dengan S. molesta juga tidak menunjukkan perbedaan antar perlakuan (p>0.05) dengan persentase penurunan seng tertinggi pada kombinasi perlakuan P2T2 yaitu sebesar 73,47%, sedangkan penurunan terendah pada kombinasi perlakuan P0T1 yaitu sebesar 45,54%.
Kata kunci : seng, fitoremidiasi, limbah batik, Pistia stratiotes dan Salvinia molesta
Abtrak (Bhs. Inggris)Batik industries which use synthetic coloring agents that could potentially pollute the environment and heavy metals zinc. Heavy metals that have accumulated can lead to pollution of the environment and poisoning and even death to living things. Fitoremidiation is one of the biological waste treatment alternatives by utilizing plants to remove, move, stabilize or destroy contaminants both organic and inorganic. The research aimed to find out the type of plant, area closures as well as a combination of widespread closures and the types of plants that are able to optimally reduce levels of zinc on liquid waste Pistia stratiotes and batik by Salvinia molesta. Liquid waste sampling was done in batik Gumelem Village, district of Susukan, Banjarnegara Regency while the plant P. stratiotes and S. molesta were taken from the village of Tanjung, Purwokerto Selatan. The research method was is the experimental with Random Design Group (RDG) and factorial pattern. The treatments tested were widespread closing percentage of P. stratiotes with 3 levels and widespread closure of S. molesta as much as 3 level so there were 9 combination of treatment and each treatment combination was repeated 3 times. independent variable was in the form of a combination of widespread closure of two species of aquatic plants, while dependent variable was in the form of zinc levels percentage in the test media. The main parameter observed was the concentration of zinc that was in the media test and the supporting parameters were temperature, pH of the test medium and light intensity. Measurement of zinc content in batik waste used Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) method. Data were analyzed using varians analysis (F Test), continued with the Least Significant Difference (LSD). The results showed that widespread closure of P. stratiotes gave high significant difference between treatments (p < 0.01) and the best results was the treatment of widespread closing of P. stratiotes 50% that had the highest ability to reduce levels of batik waste zinc, accounting for 67,04%. Meanwhile, the widespread closure of S. molesta showed no significant difference between treatments (p > 0.05) with the highest loss percentage of 59,44% in the area of widespread closure of S. molesta 50%. In addition, a combination of treatment between widespread closure of P. stratiotes with S. molesta also showed no significant difference between treatments (p > 0.05) with the highest percentage of zinc reduction on combination treatment of P2T2 accounting for 73,47%, whereas the lowest decline was in combination treatment of P0T1 of 45,54%.
Key words: zinc, fitoremidiation, waste batik, Pistia stratiotes and Salvinia molesta
Kata kunciKata kunci : seng, fitoremidiasi, limbah batik, Pistia stratiotes dan Salvinia molesta
Pembimbing 1Drs. Slamet Santoso, SP., MS
Pembimbing 2Sri Lestari, S. Si., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman47
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.