| NIM | B1J007016 |
| Namamhs | TEGUH PRIATNA RAHMAT |
| Judul Artikel | Tingkat Mortalitas Tungau Amblyseius sp. Pada Berbagai Temperatur Inkubasi |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Amblyseius sp. merupakan tungau predator dari familia Phytoseiidae yang potensial untuk mengendalikan tungau hama Tetranychus urticae. Potensi sebagai predator dapat lebih ditingkatkan apabila tungau ini tahan terhadap peningkatan temperatur karena pemanasan global yang dalam dekade terakhir. Mortalitas yang besar pada tungau-tungau predator familia Phytoseiidae yang diakibatkan meningkatnya temperatur karena global warming dan perubahan musim telah menyebabkan menurunnya biodiversitas dan diversifikasi pengendalian hayati alamiah. Amblyseius sp. selain memangsa tungau hama seperti T. urticae juga meghisap sari bunga sebagai pakan alternatif. Polen kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis) adalah salah satu pakan alternatif yang mengandung banyak nutrisi untuk menutupi kebutuhan pakan tungau Amblyseius sp. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai temperatur inkubasi terhadap tingkat mortalitas tungau Amblyseius sp. dan menentukan tingkat mortalitas tungau Amblyseius sp. tertinggi terhadap berbagai temperatur inkubasi yang dicobakan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah tungau predator Amblyseius sp. dan polen kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan percobaan, Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas temperatur 18±1 ⁰C, 22±1 ⁰C, 26±1 ⁰C, 30±1 ⁰C dan 34 ±1 ⁰C. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Tungau predator Amblyseius sp. stadium dewasa sebanyak 10 individu betina dan 2 individu jantan diinkubasikan pada temperatur yang dicobakan selama 8 hari. Parameter yang diamati adalah banyaknya individu tungau predator Amblyseius sp. yang mati selama 8 hari masa inkubasi pada berbagai temperatur yang dicobakan. Data mortalitas ini dianalisis menggunakan analisis ragam pada tingkat kesalahan 5%. Hasil uji variansi menunjukkan bahwa nilai F hitung 0.06 lebih besar daripada F tabel 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat mortalitas tidak dipengaruhi oleh berbagai temperatur yang diujikan dalam penelitian ini. Hal ini menunjukan bahwa rentang temperatur tersebut masih dalam kisaran toleransi Amblyseius sp. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Amblyseius sp. are predatory mites of family Phytoseiidae that are potential for controling pest mites Tetranychus urticae. The potentiality as predators may be further enhanced if these mites are resistant to temperature escalation due to global warming influence that had been occuring since the last decade and still continues to increase. Great number of mortality in predatory mites familia Phytoseiidae caused by temperature escalation due to global warming influence and seasonal changes have led to declining of biodiversity and diversification. Amblyseius sp. Beside prey pest mites Amblyseius sp. like T. urticae also sucking nectar as alternative feed. Hibiscus rosa sinensis pollen is one of alternative feed which contains many nutrition to cover Amblyseius sp. feed requirements. The purpose of this research was to study the effects of different incubation temperatures on mortality of mites Amblyseius sp. and to determine the level of mortality of mites Amblyseius sp. Materials used in the research are predatory mite Amblyseius sp. and pollen hibiscus (Hibiscus rosa sinensis). The research method used was experimental with a completly randomized design (CRD), treatment consisted of temperatures 18±1 ⁰C, 22±1 ⁰C, 26±1 ⁰C, 30±1 ⁰Cdan 34 ±1 ⁰C and each treatment was repeated 3 times. Adult stage of predatory mite Amblyseius sp. as many as 10 individual females and 2 males were incubated at each temperature for 8 days. The parameter was the number of individuals of predatory mites Amblyseius sp. that died during the 8 days of incubation at each temperature used. The mortality data were analyzed using analysis of variance on the error rate of 5% and 1%. If there is any real difference or very real. The results showed that there was no significant difference between treatments. This indicated that the range of temperatures used was still in the tolerance limit. |
| Kata kunci | Tungau, predator, A. deleoni sp., temperatur inkubasi, mortalitas. |
| Pembimbing 1 | Drs. Edi Basuki Ph.D |
| Pembimbing 2 | Dr. Bambang H. Budianto M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|