Artikel Ilmiah : A1L008116 a.n. MUHAMMAD ROSYID

Kembali Update Delete

NIMA1L008116
NamamhsMUHAMMAD ROSYID
Judul ArtikelKAJIAN PEMANFAATAN RESIDU MIKORIZA PADA VARIASI PEMBERIAN AIR TERHADAP KEBUTUHAN AIR, TITIK LAYU PERMANEN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sayuran yang memiliki potensi besar saat ini adalah pakcoy. Pengembangan pakcoy di Indonesia terkendala oleh banyaknya lahan subur yang beralih fungsi menjadi non-pertanian. Lahan yang berpotensi untuk pengembangan dan tersedia cukup luas adalah lahan marjinal yang pada umumnya didominasi oleh ordo ultisol. Tanah ini mencapai sekitar 25% luas daratan Indonesia. Kendala utama yang dijumpai pada budidaya tanah ultisol adalah kurangnya kemampuan tanah untuk menyimpan air. Pemanfaatan residu mikoriza diharapkan mampu meningkatkan efisiensi air tanah ultisol tanpa adanya penambahan pupuk hayati lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemanfaatan residu mikoriza dan variasi pemberian air terhadap kebutuhan air, titik layu permanen dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor perlakuan, yaitu: (1) residu mikoriza yang terdiri dari Glomus sp (M1), Gigaspora sp (M2) dan campuran keduanya (M3) serta (2) variasi pemberian air, yaitu: 50% (P1), 75% (P2) dan 100% (P3) kapasitas lapang. Kedua faktor tersebut dirancang dalam bentuk perlakuan faktorial lengkap sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, yaitu: M1P1, M1P2, M1P3, M2P1, M2P2, M2P3, M3P1, M3P2 dan M3P3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan residu mikoriza dapat menekan kebutuhan air tanaman dan titik layu permanen tanah ultisol. Pemanfaatan residu mikoriza dan variasi pemberian air tidak memberikan pengaruh nyata pada hasil tanaman. Hasil tanaman terbaik didapatkan dengan pemanfaatan mikoriza campuran Glomus dan Gigaspora serta pemberian air 75% kapasitas lapang.
Abtrak (Bhs. Inggris)Now days vegetables which has great potential is pakcoy. The development of pakcoy in Indonesia is constrained by a lot of converting arable land to non-agricultural. The potential land for development and large available is marginal land which dominated by ultisol order. These soils account for about 25% of Indonesia's land area. The main constraint of agronomies on ultisol soil is the low potency of soil to store water. Mycorrhizal residue utilization is expected to fix physical character of ultisol soil without the addition of biological fertilizer again. The purpose of this study was to examine the influence of mycorrhizal residue utilization and water allotment variation of water needs, permanent wilting point and pakcoy crops The research was using Randomized Block Design (RBD) with two factors: (1) mycorrhizal residue, consist of Glomus sp (M1), Gigaspora sp (M2) and mixed (M3) and (2) variation of water allotment: 50% (P1), 75% (P2) and 100% (P3) of field capacity. Both of these factors are designed in the complete factorial, so there are 9 combinations of treatments: M1P1, M1P2, M1P3, M2P1, M2P2, M2P3, M3P1, M3P2 and M3P3. The result showed that the use of mycorrhizal residue can suppress water needs and permanent wilting point of ultisol soil. The use of mycorrhizal residue and variation of water allotment were not give significant effect to pakcoy crops. The best crops obtained with the use of mycorrhizal residue genus Glomus and Gigaspora mixed on 75% water allotment.
Kata kunciresidu mikoriza, pemberian air, hasil pakcoy
Pembimbing 1Ir. Begananda, M.S.
Pembimbing 2Ir. Darini Sri Utami, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.