Artikel Ilmiah : A1L008152 a.n. DANANG HERDARU

Kembali Update Delete

NIMA1L008152
NamamhsDANANG HERDARU
Judul ArtikelPENGARUH PUPUK HAYATI BERBASIS Bacillus subtilis B1 TERHADAP
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) PADA
DATARAN MEDIUM
Abstrak (Bhs. Indonesia)Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas tanaman pangan yang penting di Indonesia. Pengusahaan tanaman padi sawah di dataran medium dan tinggi memiliki permasalahan dimana produktivitasnya yang lebih rendah dibandingkan dengan dataran rendah. Rendahnya produktivitas padi di dataran tinggi, mungkin diakibatkan oleh kesuburan tanah yang kurang dan serangan hama dan penyakit. Kesuburan tanah yang kurang atau menurun disebabkan oleh semakin ditinggalkannya penggunaan pupuk organik di lahan sawah. Salah satu cara untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah menggunakan pupuk hayati. Pupuk hayati merupakan suatu bahan amandemen yang mengandung mikroorganisme bermanfaat yang dapat ditujukan untuk meningkatkan kesuburan tanah atau pengendalian hama dan penyakit baik melalui aktivitas biologi di media tumbuh atau langsung ke bagian tanaman. Pupuk hayati dapat berisi bakteri pemacu (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Salah satu bakteri yang banyak digunakan dalam pupuk hayati adalah Bacillus subtilis. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pengaruh pemberian agensia hayati Bacillus subtilis BI terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi, 2) mengetahui waktu aplikasi yang tepat dalam menggunakan agensia hayati berbasis Bacillus subtilis BI terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman padi. Penelitian dilakukan di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian 580 m dpl. Metode penelitian yang di gunakan adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Faktor perlakuan yang dicoba adalah A : Kombinasi formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtillis B1 bentuk cair dan padat yang diberikan 10 hari setelah tanam, B : Kombinasi formula pupuk hayati berbasis Bacillus .subtillis B1 bentuk cair dan padat yang diberikan 20 hari setelah tanam, C : Kombinasi formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtillis B1 bentuk cair dan padat yang diberikan 30 hari setelah tanam, dan K : Perlakuan kontrol tanpa pemberian Bacillus subtillis B1 bentuk padat dan cair. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan BNT pada taraf kesalahan 5% jika berbeda nyata. Variabel yang diamati tinggi tanaman, panjang malai, bobot kering tanaman, jumlah anakan produktif, bobot 1000 biji, bobot per petak efektif. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk hayati berbasis Bacillus subtillis B1 formula padat dan cair tidak memberikan pengaruh terhadap komponen tinggi tanaman, panjang malai, bobot kering tanaman, jumlah anakan produktif, bobot 1000 biji, bobot per petak efektif. Namun pemberian pupuk hayati berbasis Bacillus subtilllis memiliki kecenderungan menaikan tinggi tanaman dan bobot kering tanaman pada perlakuan pemberian Bacillus subtillis B1 pada 20 hst, hal tersebut diduga umur 20 hst yang merupakan awal dari fase vegetatif tanaman padi.
Abtrak (Bhs. Inggris)Paddy (Oryza sativa L.) is an important food crop in Indonesia. Rice cultivation in the medium and high lands have problems where productivity is lower than that of the lowlands. The low productivity of upland rice, probably due to lack of soil fertility and pest and disease attack. Soil fertility decline caused by the lack or the abandonment of the use of organic fertilizers in paddy fields. One way to improve the soil fertility is to use biological fertilizers. Biofertilizer amendment is a material containing beneficial microorganisms that can be addressed to improve soil fertility or pest and disease control either through biological activity in growing media or directly to the plant. Bio-fertilizers may contain bacteria boosters (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). One of the bacteria that is widely used in biological fertilizer is Bacillus subtilis.
This study aims to: 1) determine the effect of application of biological agents Bacillus subtilis BI on the growth and yield of rice plants, 2) know the exact time in the application using biological agents Bacillus subtilis BI based, on the growth and yield in rice. Research done in the village Karangsalam, District Baturraden, Banyumas with altitude 580 m asl. The research method used was an experiment using a randomized complete block design with 4 treatments and 6 replications. Factors tested were A: The combination of biological fertilizer formula-based Bacillus subtilis B1 liquid and solid form given 10 days after planting, B : The combination of biological fertilizer formula-based Bacillus subtilis B1 liquid and solid form given 20 days after planting, C : The combination of biological fertilizer formula-based Bacillus subtilis B1 liquid and solid form given 30 days after planting, and K: Treatment controls without giving Bacillus subtilis B1 form of solid and liquid. The datawere analyzed by F test and followed by LSD at 5% error level when significant. The variables measured were plant height, panicle length, plant dry weight, number of productive tillers, 1000 grain weight, weight per plot effectively.
The results showed Bacillus-based biological fertilizer formula B1 subtillis solid and liquid does not give effect to the components of plant height, panicle length, plant dry weight, number of productive tillers, 1000 grain weight, weight per plot effectively. However Bacillus-based biological fertilizer subtilllis have a tendency to raise the plant height and plant dry weight in treatment provision subtillis Bacillus B1 at 20 dap, it is suspected that a hst age 20 beginning of the vegetative phase of rice plants.
Kata kuncipadi, pupuk hayati, Bacillus subtillis B1
Pembimbing 1Ir. Supartoto, M.Agr.
Pembimbing 2Dr. Ir. Achmad Iqbal, Msi
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman55
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.