| NIM | B1J008042 |
| Namamhs | MICHAEL YORDAN PRINGGO WICAKSONO |
| Judul Artikel | UJI DAYA HASIL EMPAT ISOLAT BIBIT JAMUR KUPING (Auricularia spp.) PADA MEDIUM TANAM DENGAN BAHAN SUPLEMEN BERBEDA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pengujian bibit jamur kuping merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan supaya dapat ditemukan bibit jamur kuping yang unggul. Suplemen medium merupakan bahan tambahan yang dapat memperkaya unsur hara dalam medium terutama jumlah nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isolat jamur kuping dengan bahan suplemen berbeda dalam meningkatkan produksi bobot basah jamur kuping, juga untuk mengetahui isolat bibit jamur kuping dan suplemen yang terbaik untuk menghasilkan bobot basah jamur kuping tertinggi. Percobaan ini dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang dilakukan adalah Bibit Jamur kuping asal Purwokerto, Cianjur, Kaliurang 1 dan Kaliurang 2 pada medium tanam dengan suplemen limbah tanaman kacang tanah, jagung dan tanpa suplemen. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Ragam (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bibit dengan suplemen pada medium tanam berbeda memberikan pengaruh terhadap bobot basah jamur kuping. Bibit jamur kuping isolat Kaliurang-1dan Cianjur yang ditanam pada medium serbuk gergaji kayu 75% dan limbah tanaman kacang tanah 25% juga bibit jamur kuping isolat Kaliurang-1 dan Cianjur yang ditanam pada medium serbuk gergaji kayu 90% dan jagung giling 10% memiliki tingkatan produksi bobot basah jamur kuping tertinggi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Auricularia spp. spawn culture test is necessary to get the best spawn culture. Medium Suplementation is additive component that enrich the medium espesially nitrogen amount. This research has been caried out to study the effect of four spawn culture on medium with different suplementation to increase mushroom wet weight production, and to determine the best spawn cultures and suplementation medium on producing the highest wet weight production of Auricularia spp. The study has been carried out experimentally using a Completely Randomized Design. The treatments tested were spawn culture from Purwokerto, Cianjur, Kaliurang 1 and Kaliurang 2, with medium that suplemented by peanut plant waste, corn, and medium without suplementation. The data obtained were analysed using an Analysis of Variance (ANOVA), followed by HSD test. The result showed that spawns culture with different suplementation medium had effect on Auricularia spp. wet weight production. Kaliurang-1 and Cianjur spawn culture with 25 % peanut plant waste suplementation and Kaliurang-1 and Cianjur spawn culture with 10% corn mill suplementation, gave the highest wet weight production of Auricularia spp. |
| Kata kunci | bibit jamur kuping, Uji daya hasil, Suplemen |
| Pembimbing 1 | Drs. Aris Mumpuni M.Phil. |
| Pembimbing 2 | Dra.Purnomowati S.U, |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|