Artikel Ilmiah : P2AA11044 a.n. PRAMESTI BUDI ARINI

Kembali Update Delete

NIMP2AA11044
NamamhsPRAMESTI BUDI ARINI
Judul ArtikelUJI VIABILITAS BENIH CARICA MELALUI PENGHILANGAN LAPISAN SARCOTESTA
DAN INKUBASI SUHU YANG BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pengaruh penghilangan lapisan sarcotesta terhadap viabilitas benih carica dan, (2) menentukan suhu yang optimum untuk mematahkan dormansi benih dan mempertahankan viabilitas benih carica. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi, Universitas Jenderal Soedirman dan Laboratorium Ilmu Tanaman, Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Gadjah Mada pada bulan Agustus 2012-Januari 2013, menggunakan analisis sidik ragam model uji multilokasi dengan rancangan kelompok lengkap teracak terdiri atas 2 faktor. Penghilangan lapisan sarcotesta yang terdiri atas benih tanpa sarcotesta dan bersarcotesta, dan inkubasi suhu yang terdiri atas inkubasi 15ºC, 25ºC, 35ºC, dan 450C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghilangan lapisan sarcotesta mampu mempertahankan viabilitas benih carica yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan daya kecambah sebesar 21,53%, potensi tumbuh maksimum lebih dari 80% pada hari ke-10 dan 20 umur simpan, indeks vigor benih lebih dari 25 pada hari ke-10 dan 20 umur simpan, dan pertumbuhan bibit yang lebih baik dibandingkan benih bersarcotesta. Belum ditemukan suhu optimum untuk mematahkan dormansi benih carica. Kondisi simpan pada suhu 150C selama 10 hari dapat menjadi alternatif mempertahankan viabilitas benih carica karena mampu menghasilkan daya kecambah sebesar 81,25%, potensi tumbuh maksimum 83,38%, bobot kering bibit 0,145 g, dan nilai indeks vigor hipotetik paling tinggi yaitu 1,97.
Abtrak (Bhs. Inggris)The objectives of this study were to know (1) effect of removal of sarcotesta layer on carica seed viability and (2) determine the optimum temperature to break seed dormancy breaking and maintane carica seed viability. This study was conducted at the Laboratory of Agronomy, Department of Agronomy, Jenderal Soedirman University and Laboratory of Crop Science, Department of Agriculture, Gadjah Mada University, during August 2012 to January 2013. Analysis of varians with multilocation model in a randomized complete block design was done. Removal of seed sarcotesta and with sarcotesta and incubation temperature viz.150C, 250C, 350C, and 450C wese tested. The results showed that the removal of sarcotesta layer have significant effects on carica seed viability i.e. germination increased about 21.53%, maximum potential of growth more than 80% on 10 and 20 days of storage, seed vigor index more than 25 on 10 and 20 days of storage, and higher seedling growth compared seed with sarcotesta. Uncovered optimum temperature of incubation for breaking carica seed dormancy. Temperature of 150C on 10 days could an alternative to maintain carica seed viability because of high germination of 81.25 %, maximum potential of growth of 83.38%, shoot dry weight of 0.145 g, and the highest of value in hypothetical vigor index of 1,97.
Kata kuncibenih carica, sarcotesta, dormansi benih
Pembimbing 1Ahadiyat Yugi R, S.P., M. Si., D. Tech. Sc.
Pembimbing 2Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.