| NIM | G1B009086 |
| Namamhs | EVA AFIVAH |
| Judul Artikel | PENGARUH FITOREMEDIASI ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) TERHADAP PENURUNAN KADAR BOD, COD DAN TSS PADA LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN HEWAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Rumah Pemotongan Hewan menghasilkan limbah cair yang mengandung bahan organik tinggi, padatan tersuspensi dan bahan koloid. Pengolahan limbah diperlukan untuk meminimalisir terjadinya pencemaran, salah satu cara yang sederhana dan efektif dalam mengolah limbah adalah dengan fitoremediasi. Tanaman eceng gondok merupakan fitoremediator yang dapat menurunkan kadar BOD, COD dan TSS serta zat pencemar lainnya dikarenakan akar eceng gondok memiliki kemampuan untuk menyerap, mengendapkan dan mengakumulasi polutan dari limbah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh fitoremediasi dengan eceng gondok terhadap penurunan kadar BOD, COD dan TSS pada limbah cair RPH. Jenis penelitian yang digunakan eksperimen semu dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan. Waktu kontak yang digunakan yaitu 0, 2, 4, 6 dan 8 hari dengan biomassa eceng gondok 300 gram dan volume air limbah 4 liter. Hasil Independent Sample t Test diketahui bahwa ada perbedaan kadar BOD, COD dan TSS sebelum dan setelah fitoremediasi dengan eceng gondok. Waktu kontak efektif dalam menurunkan kadar BOD, dan COD adalah 8 hari dengan rata-rata penurunan masing-masing sebesar 187,7 mg/L (96,67%), dan 966,3085 mg/L (90,20%), waktu kontak efektif dalam menurunkan kadar TSS adalah 6 hari dengan rata-rata penurunan sebesar 170 mg/L (75,41%).. Kadar BOD, COD dan TSS setelah fitoremediasi dengan eceng gondok masih belum memenuhi standar baku mutu limbah cair kegiatan RPH. Disarankan dapat mengembangkan penelitian dengan mengkombinasikan fitoremediasi dengan model pengolahan limbah cair lainnya seperti lumpur aktif dan trickling filter. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The Slaughterhouse produces wastewater containing high organic matter, suspended solid and colloid matter. Waste treatment is necessary to minimize pollution, one of the simple and effective way to treat waste is phytoremediation. Water hyacinth plant is phytoremediator that can reduce levels of BOD, COD and TSS and other pollutants due to the roots of water hyacinth has the ability to absorb, precipitate and accumulate pollutants from wastewater. This study aims to determine the effect of phytoremediation by water hyacinth to decreased levels of BOD, COD and TSS in Slaughterhouse wastewater. The research used quasi-experimental using completely randomized design (CRD) with 4 replications. Contact time used in this study is 0, 2, 4, 6 and 8 days with 300 grams of water hyacinth biomass and volume of wasterwater is 4 liters. Independen sample t Test result knew taht there are level differentiation of BOD, COD and TSS before and after phytoremediation with water hyacinth. Effective contact times to decrease BOD and COD levels was 8 days with an average of 187.7 mg / L (96.67%), and 966,3085 mg/L (90,20%), effective contact times to decrease COD levels was 6 days with an average of 170 mg/L (75,41%). Levels of BOD, COD and TSS after phytoremediation by water hyacinth is still not comply with effluent quality standards of Slaughterhouse activity. Recomended to develop research by combining phytoremediation with other sewage treatment models such as activated sludge and trickling filters. |
| Kata kunci | eceng gondok, BOD, COD, TSS, RPH |
| Pembimbing 1 | Saudin Yuniarno, SKM, M.Kes |
| Pembimbing 2 | Agnes Fitria W, SKM, M.Sc |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|