Artikel Ilmiah : G1B009007 a.n. CORONA DIAJENG PUSPITA HANUM

Kembali Update Delete

NIMG1B009007
NamamhsCORONA DIAJENG PUSPITA HANUM
Judul ArtikelHUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN, STATUS INFEKSI, KARAKTERISTIK KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-36 BULAN DI PUSKESMAS KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Stunting merupakan hasil dari kekurangan gizi kronik yang dapat mengakibatkan terganggunya fungsi kognitif, mental dan proses metabolisme pada balita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara konsumsi makanan, status infeksi dan karakteristik keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 6-36 bulan di Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji chi square dan regresi logistik ganda. Berdasarkan uji multivariat, diketahui bahwa asupan protein (p=0,028), asupan energi (p=0,001), pendapatan perkapita (p=0,033) dan sanitasi lingkungan (p=0,029) berhubungan secara bersama-sama dengan kejadian stunting pada balita, sedangkan status infeksi (p=0,158), pemanfaatan pelayanan kesehatan (p=0,439), pendidikan ayah (0,437), pendidikan ibu (p=0,546), pengetahuan gizi ibu (p=0,056) dan jumlah anggota keluarga (0,152) tidak berhubungan secara bersama-sama dengan kejadian stunting pada balita. Upaya pencegahan dan penanganan stunting adalah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas konsumsi makanan balita yang seimbang, khususnya konsumsi protein nabati dan hewani agar dapat memperbaiki status gizi dan mengejar ketertinggalan pertumbuhan, selain itu peningkatan sanitasi lingkungan juga diperlukan agar meningkatkan status derajat kesehatan balita sehingga akan menurunkan kejadian penyakit infeksi pada balita.
Abtrak (Bhs. Inggris)Stunting is the result of chronic malnutrition which can lead to disruption of cognitive function, mental and metabolic processes in infants. The purpose of this study were to determine the relationship between food consumption, infection status and family characteristics by stunting issue in infants between 6-36 years old in Kedungbanteng Banyumas Public Health Center (PHC). The type of research is cross sectional. Analyzed using univariate, bivariate, and multivariate chi square test and multiple logistic regression. Based on the multivariate test, known that protein intake (p=0,028), energy intake (p=0,001), per capita income (p=0,033) and environmental sanitation (p=0,029) associated together with the incidence of stunting in infants, while the status infection (p=0,158), use of health services (p=0,439), father's education (p=0,437), maternal education (p=0,546), maternal nutrition knowledge (p=0,056) and the number of family members (p=0,152) did not correlate with equal to the incidence of stunting in infants. Prevention and treatment of stunting are to improve the quality and quantity consumption of infants balanced diet, especially vegetable and animal protein consumption in order to maintain the nutritional status and to reach in late growth issue, in addition to the improvement of environmental sanitation is also needed to improve the health status of infants that will reduce the incidence of infectious disease in infants.
Kata kunciStunting, Konsumsi Makanan, Status Infeksi, Karakteristik Keluarga
Pembimbing 1Erna Kusumawati, SKM, M.Si
Pembimbing 2Setiyowati Rahardjo, SKM, MKM
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.