Artikel Ilmiah : B1A022049 a.n. MUTIARA FITRA ELBANI

Kembali Update Delete

NIMB1A022049
NamamhsMUTIARA FITRA ELBANI
Judul ArtikelPerkembangan Testis dan Aktivitas Spermatogenik Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) Pascamijah yang Diberi Pakan dengan Kandungan Tepung Maggot (Hermetia illucens)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ikan nilem (Osteochilus vitattus) merupakan spesies ikan air tawar dari keluarga Cyprinidae. Ikan nilem memiliki potensi ekonomi yang tinggi dikarenakan mudah untuk dibudidayakan serta memiliki tingkat kelangsungan hidup dan reproduksi yang tinggi. Salah satu tantangan utama dalam budi daya ikan nilem adalah rendahnya kualitas reproduksi ikan terutama pascamijah dikarenakan kualitas pakan yang digunakan. Perolehan hasil pembenihan ikan yang optimal dapat dicapai melalui upaya peningkatan kinerja reproduksi induk. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja reproduksi tersebut adalah dengan memperbaiki kualitas nutrisi pakan yang diberikan kepada induk. Kualitas nutrisi pakan berperan penting tidak hanya dalam mendukung pertumbuhan tubuh ikan, tetapi juga dalam menunjang proses reproduksi, terutama pencapaian kematangan gonad. Salah satu alternatif pakan bernutrisi tinggi saat ini yang telah banyak diteliti adalah maggot dari lalat Black Soldier Fly (Hermetia illucens). Maggot banyak dikenal karena kandungan proteinnya tinggi. Keunggulan dari penggunaan maggot dalam pakan juga dikarenakan maggot mengandung nutrisi asam amino, asam lemak dan mineral yang berfungsi untuk mempercepat reproduksi ikan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui perkembangan testis dan aktivitas spermatogenik ikan nilem (O. vitattus) pascamijah yang diberi pakan dengan kandungan tepung maggot (H. illucens). Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proporsi tepung maggot dalam pakan yang mampu mendukung pematangan kembali testis pascamijah. Penelitian ini dilakukan dari bulan Desember 2025 - Juli 2026 dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persentase tepung maggot dalam pakan dan variabel terikat adalah kematangan gonad jantan ikan nilem. Parameter yang diamati adalah tingkat kematangan gonad (TKG), proporsi sel spermatogenik, gonadosomatic index (GSI), hepatosomatic index (HSI), bobot ikan nilem, dan kualitas air media pemeliharaan (pH dan temperatur). Data dianalisis dengan menggunakan One Way ANOVA pada taraf 5%. Data GSI dan HSI dianalisis uji korelasi dan regresi, serta data TKG dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan substitusi tepung maggot tidak berpengaruh terhadap TKG, yang menunjukkan bahwa TKG II terdapat pada perlakuan 3, sementara TKG III dan TKG IV ditemukan pada perlakuan 1 hingga 5. Proporsi sel spermatogenik yang diperoleh pada tiap perlakuan didominasi oleh tahap spermatogonia dan spermatosit pada perlakuan 3, spermatid pada perlakuan 1 dan 2, serta spermatozoa pada perlakuan 4 dan 5. Rata-rata nilai gonadosomatic index (GSI) tercatat sebesar 3,04 ± 1,39% hingga 4,44 ± 2,83%, dan hepatosomatic index (HSI) berkisar antara 1,36 ± 0,15% hingga 1,71 ± 0,50%. Pemberian pakan substitusi tepung maggot berpengaruh terhadap pertambahan bobot ikan nilem (Osteochilus vittatus) dengan kisaran 3,01 ± 4,75 g hingga 8,88 ± 6,87 g. Berdasarkan uji ANOVA, nilai proporsi sel spermatogenik GSI, dan HSI tidak menunjukkan perbedaan nyata. Hasil uji korelasi antara GSI dan HSI bersifat negatif (r = -0,40) dengan hubungan yang tidak signifikan (p = 0,0849). Dengan demikian, pemberian pakan substitusi tepung maggot memberikan respon yang seragam terhadap tingkat kematangan testis maupun proporsi sel spermatogenik ikan nilem pascamijah selama masa pemeliharaan enam minggu.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Nilem fish (Osteochilus vittatus) is a freshwater species from the Cyprinidae Famili with high economic potential due to its ease of cultivation, high survival rate, and reproductive capacity. One of the main challenges in Nilem aquaculture is the low reproductive quality of broodstock after spawning, largely influenced by feed quality. Improving broodstock reproductive performance can be achieved by enhancing the nutritional quality of feed, which plays a crucial role not only in supporting growth but also in gonadal maturation. Black Soldier Fly (BSF) maggot (Hermetia illucens) has been widely studied as a high-protein feed alternative, containing essential amino acids, fatty acids, and minerals that support fish reproduction.
This study aimed to evaluate testis development and spermatogenic activity of post-spawning Nilem fish fed diets containing BSF maggot meal. The experiment was conducted from Desember 2025 to June 2026 using a completely randomized design (CRD). The independent variable was the proportion of maggot meal in the diet, while the dependent variable was gonadal maturation of male Nilem fish. The observed parameters included gonadal maturity stage (TKG), gonadosomatic index (GSI), hepatosomatic index (HSI), spermatogenic cell proportions, fish body weight, and water quality (pH and temperature). Data were analyzed using one-way ANOVA at a 5% significance level, with correlation and regression tests for GSI and HSI, and descriptive analysis for TKG.
Results showed that maggot meal substitution in the diet did not affect the testicular maturation stage (TKG), with TKG II observed in treatment 3, while TKG III and IV appeared in treatments 1 to 5. The spermatogenic cell proportions were dominated by spermatogonia and spermatocytes in treatment 3, spermatids in treatments 1 and 2, and spermatozoa in treatments 4 and 5. The average gonadosomatic index (GSI) ranged from 3.04 ± 1.39% to 4.44 ± 2.83%, while the hepatosomatic index (HSI) ranged from 1.36 ± 0.15% to 1.71 ± 0.50%. Maggot meal substitution influenced fish weight gain (3.01 ± 4.75 g to 8.88 ± 6.87 g), but ANOVA results showed no significant differences in spermatogenic cell proportions, GSI, or HSI. The correlation between GSI and HSI was negative (r = -0.40) and not significant (p = 0.0849). Thus, maggot meal substitution did not affect testis maturation or spermatogenic cell proportions of Osteochilus vittatus during six weeks of rearing after spawning.
Kata kunciKata Kunci: Hermetia illucens, Osteochilus vittatus, pakan alternatif, reproduksi ikan, tingkat kematangan gonad
Pembimbing 1Dra. Gratiana E Wijayanti, M.Rep.Sc., Ph.D
Pembimbing 2Eko Setiyono, S.Pd., M.Si.
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman68
Tgl. Entri2026-10-16 10:19:55.280403
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.