| NIM | I4D025020 |
| Namamhs | SABBINA HIJRIYATI ANNUR |
| Judul Artikel | Laporan Kasus: Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Fistel Rectovaginal Post Laparotomi Abdominoperineal Resection dengan Kolostomi Permanen |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Fistel rectovaginal merupakan salah satu komplikasi yang terjadi pada tumor rektum, yaitu adanya hubungan abnormal antara rektum dan vagina sehingga menyebabkan keluarnya gas atau fese melalui vagina. Laparotomi abdominoperineal resection (APR) merupakan tindakan pengangkatan rektum, anus, dan sfingter ani sehingga pasien memerlukan kolostomi permanen sebagai jalur keluarnya feses. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan proses asuhan gizi pada pasien fistel rectovaginal post laparotomi abdominoperineal resection dengan kolostomi permanen. Subjek merupakan pasien berusia 61 tahun dengan riwayat massa rektum dan telah melakukan operasi laparatomi APR dengan kolostomi permanen. Desain penelitian ini berupa studi kasus yang dilaksanakan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten pada bulan Januari 2026 dengan empat hari intervensi dan monitoring evaluasi. Asuhan gizi pasien dimulai dengan asesmen, diagnosis, intervensi, monitoring, dan evaluasi gizi. Pasien diberikan diet tinggi protein dan rendah serat dengan tekstur secara bertahap (cair, saring, dan lumak). Berdasarkan prinsip dan syarat diet ESPEN pemberian intervensi target asupan pada hari pertama dan kedua yaitu 50%, hari ketiga 60%, dan hari keempat 90% meningkat secara bertapah beririsan dengan kondisi fisik klinis pasien. Pemantauan selama empat hari menunjukkan adanya peningkatan asupan energi, lemak, dan karbohidrat. Kondisi fisik klinis juga mengalami perbaikan pada hari terakhir intervensi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | A rectovaginal fistula is a complication of rectal tumors characterized by an abnormal connection between the rectum and the vagina, resulting in the passage of gas or feces through the vagina. Abdominoperineal resection (APR) is a surgical procedure to remove the rectum, anus, and anal sphincter, requiring the patient to undergo a permanent colostomy as a route for fecal elimination. This case report aims to describe the nutritional care process for patient with a rectovaginal fistula following an abdominoperineal resection (APR) with a permanent colostomy. The subject was a 61 year old patient with a history of a rectal mass who had undergone an APR with colostomy permanent. This study was designed as a case study conducted at RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten in Januari 2026, involving four days of intervention, monitoring, and evaluation. The patient’s nutritional care began with assessment, diagnosis, intervention, monitoring, and nutritional evaluation. The patient was placed on a high-protein, low-fiber-diet with a gradually progressing texture (liquid, strained, and pureed). Based on ESPEN dietary principles and requirements, the target intake for the first and second days was 50%, the third day 60%, and the fourth day 90%, increasing gradually in accordance with the patient clinical physical condition. Monitoring over the foru days showed an increase in energy, fat, and carbohydrate intake. Clinical physical condition also improved by the last day of the intervention. |
| Kata kunci | fistel rectovaginal; laparatomi abdominoperineal resection (APR); kolostomi permanen intervensi gizi; diet tinggi protein rendah serat |
| Pembimbing 1 | Afina Rachma Sulistyaning, S.Gz., M.Sc., Dietisien |
| Pembimbing 2 | - |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2026-10-13 20:29:47.324981 |
|---|