Artikel Ilmiah : I4D025002 a.n. HANIFA UTAMI
| NIM | I4D025002 |
|---|---|
| Namamhs | HANIFA UTAMI |
| Judul Artikel | Asuhan Gizi Pada Pasien Tuberkulosis Paru Milier, Colic Abdomen, dan Anemia |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pasien masuk dengan diagnosis Tuberkulosis milier, colic abdomen, dan anemia. Studi kasus dilakukan di RSUD Welas Asih pada April 2026 selama 3 hari intervensi. Pengumpulan data meliputi pengukuran menggunakan tinggi lutut dan Lingkar Lengan Atas (LiLA), biokimia darah, fisik/klinis, asupan menggunakan food recall 24 jam dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), serta menggunakan data rekam medis. Intervensi diet diberikan pada hari pertama sebesar 67% dari kebutuhan energi, 1325 kkal (67%), protein 49 g (62%), lemak 50 gram (91%), karbohidrat 157 gram (54%) dengan bentuk makanan lunak. Pada hari kedua dan ketiga, pemberian diet ditingkatkan menjadi 73% dari kebutuhan energi, 1444 kkal (73%), protein 55 gram (70%), lemak 38 gram (69%), karbohidrat 213 gram (73%) dengan bentuk makanan cincang. Diagnosis gizi meliputi asupan oral inadekuat, malnutrisi akibat penyakit kronis, dan pemilihan makanan yang tidak diinginkan. Intervensi diberikan berupa Diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) dengan kebutuhan energi 2022,3 kkal, protein 79,4 g, lemak 56,2 g, dan karbohidrat 298,3 g, disertai edukasi, konseling, dan kolaborasi tim kesehatan. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan peningkatan asupan dari 17,2% menjadi 71,9%, ditandai dengan meningkatnya nafsu makan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The patient was admitted with diagnoses of miliary tuberculosis, abdominal colic, and anemia. This case study was conducted at RSUD Welas Asih in April 2026 over a 3 day intervention period. Data collection included anthropometric assessment using knee height and Mid-Upper Arm Circumference (MUAC), blood biochemical tests, physical and clinical examinations, dietary intake assessment using a 24-hour food recall and Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), and medical record review. On the first day, the patient received a soft diet providing 1,325 kcal (67% of energy requirements), 49 g protein (62%), 50 g fat (91%), and 157 g carbohydrates (54%). On the second and third days, the diet was increased to 1,444 kcal (73%), 55 g protein (70%), 38 g fat (69%), and 213 g carbohydrates (73%) with a minced-food texture. Nutrition diagnoses included inadequate oral intake, chronic disease-related malnutrition, and undesirable food choices. A High Energy High Protein diet was prescribed, providing 2.022,3 kcal, 79,4 g protein, 56,2 g fat, and 298,3 g carbohydrates, accompanied by nutrition education, counseling, and multidisciplinary collaboration. Monitoring and evaluation results showed that dietary intake improved from 17,2% to 71,9%, accompanied by an increase in appetite. |
| Kata kunci | Tuberkulosis, Anemia, Malnutrisi, Proses Asuhan Gizi Terstandar, Tinggi Protein. |
| Pembimbing 1 | Sifa Aulia Wicaksari, S.Gz., M.Gizi., Dietisien |
| Pembimbing 2 | |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2026-10-13 20:28:12.174878 |