| NIM | L1A021058 |
| Namamhs | PRADISTA AULIA PUTRI |
| Judul Artikel | Komposisi Hasil Tangkapan Alat Tangkap Jaring Tarik Berkantong yang Beroperasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari, Kota Tegal |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Jaring tarik berkantong merupakan alat tangkap dominan yang digunakan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari untuk menangkap ikan demersal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan jumlah hasil tangkapan, mengestimasi proporsi hasil tangkapan utama dan sampingan, serta menentukan status konservasi hasil tangkapan jaring tarik berkantong yang didaratkan di PPN Tegalsari. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 7–29 Agustus 2025 dengan metode survei dan wawancara. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dalam bentuk grafik, tabel, dan histogram, kemudian diinterpretasikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaring tarik berkantong di PPN Tegalsari menghasilkan tangkapan dominan berupa cumi-cumi (Loligo spp.), ikan peperek (Leiognathus spp.), ikan coklatan (Scolopsis affinis), ikan kuniran (Upeneus sulphureus), ikan swanggi (Priacanthus tayenus), ikan selar kuning (Selaroides leptolepis), ikan kurisi (Nemipterus spp.), serta pari kembang (Dasyatis kuhlii). Sementara itu, spesies dengan hasil tangkapan paling sedikit adalah ikan silper (Platax boersii). Proporsi hasil tangkapan didominasi oleh tangkapan utama sebesar 61%, sedangkan tangkapan sampingan hanya mencapai 39%. Berdasarkan penilaian IUCN, alat tangkap jaring tarik berkantong yang beroperasi di PPN Tegalsari tergolong aman untuk dioperasikan, karena sekitar 80% spesies yang tertangkap termasuk dalam kategori Least Concern. Hal ini juga didukung oleh adanya spesies berstatus Near Threatened yang tidak terdaftar dalam CITES. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The Danish seine (locally known as “Jaring Tarik Berkantong”) is the dominant fishing gear used by fishermen at the Tegalsari National Fishing Port (PPN Tegalsari) to catch demersal fish. This study aims to analyze the species composition and catch quantity, estimate the proportions of target and bycatch, and determine the conservation status of the catch landed at PPN Tegalsari. The research was conducted from August 7 to 29, 2025, using surveys and interviews. Data collected included both primary and secondary sources. The data were analyzed in Microsoft Excel and presented as graphs, tables, and histograms, then interpreted descriptively. The results indicate that the Danish seine fishery at PPN Tegalsari predominantly catches squid (Loligo spp.), ponyfish (Leiognathus spp.), monocle bream (Scolopsis affinis), sulphur goatfish (Upeneus sulphureus), purple-spotted bigeye (Priacanthus tayenus), yellowstripe scad (Selaroides leptolepis), threadfin bream (Nemipterus spp.), and blue-spotted stingray (Dasyatis kuhlii). Meanwhile, the Boers’ batfish (Platax boersii) had the lowest catch volume. The catch composition is dominated by the main catch at 61%, while bycatch only reaches 39%. Based on IUCN assessments, the Danish seine operated at PPN Tegalsari is considered safe to operate, as approximately 80% of the captured species fall into the “Least Concern” category. This is further supported by the presence of “Near Threatened” species that are not listed under CITES. |
| Kata kunci | Komposisi Hasil Tangkapan, Jaring Tarik Berkantong, Status Konservasi, PPN Tegalsari |
| Pembimbing 1 | Muslih, S.Pi., M.Si |
| Pembimbing 2 | Adinda Kurnia Putri, S.Pi., M.Si |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 73 |
| Tgl. Entri | 2026-10-09 17:43:20.242614 |
|---|