Artikel Ilmiah : A1G022019 a.n. LUTFIA TIARA RAMADHA
| NIM | A1G022019 |
|---|---|
| Namamhs | LUTFIA TIARA RAMADHA |
| Judul Artikel | Kelayakan Finansial UMKM Keripik Tempe Bu Damilah di Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Keripik tempe merupakan produk olahan berbahan baku tempe mendoan yang diproses melalui penambahan bumbu, dan penggorengan sebanyak 2 kali sehingga memiliki karakteristik renyah dan gurih. Pengembangan keripik tempe merupakan upaya diversifikasi untuk memberikan nilai tambah komoditas kedelai serta memperpanjang daya simpan produk. Salah satu usaha skala mikro yang memproduksi keripik tempe adalah UMKM Keripik Tempe Bu Damilah di Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, namun keberlangsungan usaha yang telah berdiri sejak 1968 ini belum sepenuhnya didukung oleh manajemen keuangan yang terstruktur. Pengeluaran rumah tangga yang masih bercampur dengan arus kas operasional usaha serta ketiadaan pencatatan biaya dapat menyebabkan pelaku usaha kesulitan mengetahui margin keuntungan riil dan efisiensi produksi. Perhitungan kelayakan finansial secara rinci diharapkan membantu manajemen usaha dalam evaluasi kinerja dan perencanaan strategi bisnis yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan, serta menganalisis kelayakan finansial di UMKM Keripik Tempe Bu Damilah. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus dan menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Analisi Kelayakan Finansial dihhitung mengunakkan indikator: Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) serta Break Even Point (BEP) yang meliputi BEP Penerimaan, BEP Unit Produksi, dan BEP Harga. Metode ini dipilih karena dapat menjelaskan tingkat efisiensi penggunaan biaya operasional jangka pendek serta memetakan titik impas agar usaha terhindar dari kerugian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan pengisian kuesioner kepada key person (informan) yakni seseorang yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah pemilik (Bapak Warsito) dari UMKM Keripik Tempe Bu Damilah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan adalah sebesar Rp9.099.525 per bulan dengan total penerimaan mencapai Rp18.125.000 per bulan, sehingga menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp9.025.475. Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) yang dihasilkan adalah sebesar 1,992 yang mengindikasikan bahwa setiap Rp1,00 biaya yang dikeluarkan memberikan penerimaan sebesar Rp0,992. Break Even Point (BEP) Penerimaan sebesar Rp3.253.913, sedangkan penerimaan yang didapatkan mencapai Rp 18.125.000. BEP Unit Produksi ditetapkan pada saat persediaan mencapai 130 kemasan, sedangkan realisasi usahanya mencapai 725 kemasan sehingga produksi jauh melampaui batas titik impas. BEP Harga berada pada angka Rp12.551 per kemasan, lebih rendah dibandingkan harga jual aktual yaitu Rp25.000 per kemasan. Keseluruhan hasil perhitungan dan angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM Keripik Tempe Bu Damilah beroperasi jauh di atas ambang batas titik impas, sehingga dinyatakan efisien, menguntungkan, dan sangat layak secara finansial untuk dijalankan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Tempeh chips are processed products made from mendoan tempeh, prepared by adding seasonings and deep-frying twice to achieve a crispy and savory characteristic. The development of tempeh chips is a diversification effort to provide added value to the soybean commodity and extend the product's shelf life. One of the micro-scale enterprises producing tempeh chips is the Bu Damilah Tempeh Chips MSME (Micro, Small, and Medium Enterprise) in South Purwokerto District, Banyumas Regency. However, the sustainability of this business, which was established in 1968, is not yet fully supported by structured financial management. Household expenses that are still mixed with the business's operational cash flow, as well as the absence of cost recording, can cause business owners to have difficulty determining real profit margins and production efficiency. A detailed financial feasibility calculation is expected to assist the business management in evaluating performance and planning better business strategies. This research aims to calculate the total costs, revenue, and profit, as well as to analyze the financial feasibility of the Bu Damilah Tempeh Chips MSME. The research was conducted using a case study method with a quantitative and descriptive approach. Financial Feasibility Analysis was calculated using indicators: Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) and Break Even Point (BEP), which includes Revenue BEP, Production Unit BEP, and Price BEP. This method was selected because it can explain the efficiency level of short-term operational cost utilization and map out the break-even point to prevent the business from suffering losses. Data collection was carried out through interviews, observation, and questionnaires distributed to a key person (informant); the respondent in this research is the owner (Mr. Warsito) of the Bu Damilah Tempeh Chips MSME. The research results indicate that the total operational cost incurred by the enterprise is Rp9,099,525 per month, with total revenue reaching Rp18,125,000 per month, thereby generating a net profit of Rp9,025,475. The resulting Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) is 1.992, which indicates that every Rp1.00 of cost incurred yields a return of Rp0.992. The Revenue Break Even Point (BEP) is Rp3,253,913, while the actual revenue obtained reached Rp18,125,000. The Production Unit BEP is met at 130 packages, whereas the actual business realization achieved 725 packages, meaning the production far exceeds the break-even threshold. The Price BEP is at Rp12,551 per package, which is lower than the actual selling price of Rp25,000 per package. The overall calculation results and figures demonstrate that the Bu Damilah Tempeh Chips MSME operates well above the break-even threshold, and is therefore declared efficient, profitable, and highly financially feasible to run. |
| Kata kunci | UMKM, Keripik Tempe, Kelayakan Finansial, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Break Even Point (BEP), Biaya Operasional |
| Pembimbing 1 | Ratna Satriani, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Indah Widyarini, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 68 |
| Tgl. Entri | 2026-08-30 14:28:25.927979 |