Artikel Ilmiah : L1C019043 a.n. QORY HILMI SAMUDRA

Kembali Update Delete

NIML1C019043
NamamhsQORY HILMI SAMUDRA
Judul ArtikelANALISIS KESESUAIAN LOKASI BUDIDAYA KEKERANGAN DI PERAIRAN SEGARA ANAKAN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perairan Segara Anakan, Cilacap, memiliki potensi ekologis tinggi namun rentan terhadap tekanan antropogenik, dengan pemanfaatan kerang yang masih bergantung pada tangkapan alami. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis kekerangan, menganalisis parameter lingkungan, dan mengevaluasi kesesuaian lokasi budidaya di 6 stasiun pengamatan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan Ekman Grab, sedangkan analisis kelayakan lokasi menggunakan metode weighted sum terhadap 13 parameter. Ditemukan 9 spesies kekerangan, dengan kerang tahu (Meretrix meretrix) dan kerang bakau (Geloina erosa) memiliki persebaran terluas. Kelimpahan kekerangan berkisar 16–96 ind/m² dan tertinggi di Stasiun 2. Kualitas air mencerminkan estuari heterogen dengan salinitas 2–27 ppt dan DO 1,09–3,72 mg/L. Hasil pembobotan menempatkan Stasiun 2 (Sungai Sapuregel) pada kategori S2 (Sesuai) dengan skor 76, serta Stasiun 3 (Sungai Donan) pada kategori S3 (Sesuai Bersyarat) dengan skor 74. Stasiun 1, 4, 5, dan 6 tergolong TS1 (Tidak Sesuai). Budidaya disarankan berfokus pada pembesaran spesies euryhaline (M. meretrix dan G. erosa) menggunakan metode suspended culture.
Abtrak (Bhs. Inggris)Segara Anakan waters, Cilacap, possess high ecological potential but remain vulnerable to anthropogenic pressures, with shellfish exploitation still relying on wild catches. This study aimed to identify shellfish species, analyze environmental parameters, and evaluate location suitability for aquaculture across 6 sampling stations. Sampling was conducted using an Ekman Grab, while site suitability was evaluated using the weighted sum method based on 13 parameters. Nine shellfish species were identified, with Asian hard clam (Meretrix meretrix) and mud clam (Geloina erosa) showing the widest distribution. Shellfish abundance ranged from 16 to 96 ind/m², peaking at Station 2. Water quality reflected a heterogeneous estuarine system with salinity ranging from 2 to 27 ppt and dissolved oxygen levels between 1.09 and 3.72 mg/L. Suitability scoring categorized Station 2 (Sapuregel River) as S2 (Suitable) with a score of 76, and Station 3 (Donan River) as S3 (Conditionally Suitable) with a score of 74. Stations 1, 4, 5, and 6 were classified as TS1 (Not Suitable). Aquaculture is recommended to focus on the grow-out stage of euryhaline species (M. meretrix and G. erosa) using suspended culture methods.
Kata kunciBudidaya, Kekerangan, Segara Anakan, Kesesuaian Lokasi, Meretrix meretrix
Pembimbing 1Dr. Tjahjo Winanto, M.Si.
Pembimbing 2Hendrayana, S.Kel., M.Si.
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman97
Tgl. Entri2026-08-28 06:50:03.420957
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.