| NIM | F1A022102 |
| Namamhs | WILLONA KHAIRUNISSA KENYA DAMARAJI |
| Judul Artikel | Resiliensi Sosial Pengemudi Transportasi Berbasis Aplikasi di Purwokerto dalam Menghadapi Kerentanan Ekonomi Gig |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Perkembangan ekonomi gig melalui platform digital membuka kesempatan kerja yang lebih luas di industri transportasi berbasis aplikasi, tetapi juga menghadirkan ketidakpastian yang mendorong pengemudi membangun strategi untuk mempertahankan keberlangsungan mata pencaharian dan mengubah kondisi yang merugikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk prekarisasi yang dialami pengemudi, memahami pemaknaan mereka terhadap kondisi kerja dalam kehidupan sehari-hari, serta menganalisis resiliensi sosial yang dibentuk dalam menghadapi kerentanan ekonomi gig. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan enam pengemudi Grab, Gojek, dan Maxim di Purwokerto yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik fenomenologi Clark Moustakas. Analisis menggunakan teori Fenomenologi Alfred Schutz, konsep prekariat Guy Standing, serta konsep resiliensi sosial Keck dan Sakdapolrak. Penelitian menunjukkan berbagai bentuk prekarisasi, meliputi ketidakstabilan pendapatan, ketidakadilan komisi, minimnya perlindungan sosial dan keselamatan kerja, kaburnya kontrak kerja, pengendalian sistem aplikator, ketiadaan pelatihan dan jenjang karier, beban modal, serta minimnya ruang representasi dan aspirasi. Pengemudi memaknai kondisi tersebut sesuai pengalaman dan kondisi masing-masing, kemudian membangun resiliensi sosial melalui perpanjangan jam kerja, pengoptimalan lokasi dan waktu operasional, dukungan komunitas, serta aksi demonstrasi. Resiliensi sosial terbentuk melalui kemampuan individu untuk bertahan dan beradaptasi serta tindakan kolektif dalam menghadapi kondisi kerja yang menjadi sumber kerentanan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The growth of the gig economy through digital platforms has created more job opportunities in the app-based transportation industry. However, it also introduces uncertainties that force drivers to build strategies to maintain their livelihoods and cope with difficult working conditions. This study aims to examine the forms of precarity experienced by drivers, understand how they make sense of their daily work conditions, and analyze the social resilience they build to face gig economy vulnerabilities. Using a qualitative approach, this research focuses on six drivers from Grab, Gojek, and Maxim in Purwokerto, selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation, then analyzed using Clark Moustakas’s phenomenological method. The analysis uses Alfred Schutz’s phenomenology, Guy Standing’s precariat concept, and Keck and Sakdapolrak’s social resilience framework. The results show various forms of precarity, including income instability, unfair commission rates, a lack of social protection and safety, unclear work contracts, platform control, no training or career paths, driver-covered operational costs, and limited spaces to voice aspirations. Drivers interpret these conditions based on their personal experiences, then build social resilience by extending work hours, optimizing operating times and locations, relying on community support, and joining protests. Ultimately, social resilience is formed through individual coping strategies as well as collective action to face vulnerable work conditions. |
| Kata kunci | ekonomi gig, pengemudi transportasi berbasis aplikasi, prekariat, resiliensi sosial |
| Pembimbing 1 | Hariyadi |
| Pembimbing 2 | Soetji Lestari |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 21 |
| Tgl. Entri | 2026-08-27 23:58:59.280114 |
|---|