Artikel Ilmiah : A1A021085 a.n. NAWANG ESA ARDINA

Kembali Update Delete

NIMA1A021085
NamamhsNAWANG ESA ARDINA
Judul ArtikelAnalisis Persepsi Petani Zilenial Terhadap Keberlanjutan Program Takara Merdaya di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Program Takara Merdaya merupakan program pemberdayaan petani yang dilaksanakan untuk mendukung regenerasi petani serta meningkatkan kapasitas petani zilenial. Kendala dalam pelaksanaan program antara lain dalam pemilihan petani zilenial kurang selektif sehingga terdapat perbedaan tingkat antusiasme. Masalah tersebut mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan tingkat persepsi atau tanggapan petani zilenial sehingga memengaruhi minat dan keaktifan mereka pada program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani zilenial peserta Program Takara Merdaya, mengetahui persepsi petani terhadap program, serta menganalisis hubungan karakteristik petani dengan persepsi terhadap Program Takara Merdaya.
Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Banyumas yang meliputi Kecamatan Sumbang, Baturraden, Cilongok, dan Sumpiuh yang ditentukan dengan teknik purposive. Objek pada penelitian ini adalah persepsi petani zilenial terhadap keberlanjutan Program Takara Merdaya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survei dengan total sampel 42 petani. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif, uji proporsi, dan uji korelasi Rank Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta Program Takara Merdaya didominasi oleh petani berusia 28–30 tahun, berpendidikan SMA/sederajat, memiliki pengalaman berusahatani kurang dari satu tahun, dan belum memiliki tanggungan keluarga. Persepsi petani zilenial terhadap Program Takara Merdaya berada pada kategori sangat baik dengan persentase 87,18%, dan hasil uji proporsi menunjukkan bahwa lebih dari 50% peserta memiliki persepsi baik. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa pengalaman melakukan usahatani memiliki hubungan positif dan signifikan dengan persepsi, sedangkan umur, tingkat pendidikan, dan jumlah tanggungan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi petani terhadap Program Takara Merdaya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Program Takara Merdaya was an agricultural empowerment program implemented to support farmer regeneration and enhance the capacity of zilenial farmers. However, the program encountered challenges in participant selection, which resulted in varying levels of enthusiasm among farmers. These differences indicated that farmers had diverse perceptions of the program, which affected their interest and participation. Therefore, this study aimed to describe the characteristics of zilenial farmers participating in the Takara Merdaya Program, determine their perceptions of the program, and analyze the relationship between farmers’ characteristics and their perceptions.
The research was conducted in Banyumas Regency, covering the districts of Sumbang, Baturraden, Cilongok, and Sumpiuh, which were selected purposively. The object of the study was the perception of zilenial farmers toward the sustainability of the Takara Merdaya Program, measured through indicators of stimulus absorption, understanding, and evaluation. The study employed a survey method involving 42 farmers as respondents. Data were collected through interviews using questionnaires that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed descriptively using proportion tests and Spearman Rank correlation analysis.
The results showed that most participants were farmers aged 28–30 years, had senior high school education, possessed less than one year of farming experience, and had no family dependents. Farmers’ perceptions of the Takara Merdaya Program were categorized as very good, with a percentage of 87.18%, and the proportion test indicated that more than 50% of participants had positive perceptions. The Spearman Rank correlation analysis revealed that farming experience had a positive and significant relationship with perception, while age, education level, and number of family dependents had no significant relationship with farmers’ perceptions of the Takara Merdaya Program.
Kata kunciPersepsi, Petani Zilenial, Program Pertanian
Pembimbing 1Dr. Akhmad Rizqul Karim, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Ratna Satriani, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman99
Tgl. Entri2026-08-27 21:15:59.126507
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.