Artikel Ilmiah : F1A022088 a.n. SABITA ALYA SITI AZAHRA

Kembali Update Delete

NIMF1A022088
NamamhsSABITA ALYA SITI AZAHRA
Judul ArtikelPerubahan Solidaritas Sosial Masyarakat dalam Proses Pertambangan di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo
Abstrak (Bhs. Indonesia)Aktivitas pertambangan batu andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo tidak hanya menimbulkan pertentangan terkait kepentingan atas sumber daya, tetapi juga memengaruhi solidaritas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan solidaritas sosial masyarakat Desa Wadas pada tiga fase, yaitu sebelum konflik, saat konflik, pascakonflik, serta menganalisis rekonfigurasi solidaritas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebelum konflik, masyarakat Desa Wadas memiliki solidaritas mekanik. Pada saat konflik, terjadi pertentangan anterkelompok masyarakat yang menerima dan menolak, solidaritas melemah dan batasan kelompok menjadi semakin jelas. Di sisi lain, pertentangan antarkelompok meningkatkan kohesi internal masing-masing kelompok melalui organisasi, aksi kolektif, mekanisme komunikasi, pembagian peran, dan kerja sama mencapai tujuan kelompok. Pada pascakonflik, hubungan sosial membaik tetapi belum kembali seperti sebelum konflik. Perubahan pada fase pascakonflik kemudian menunjukkan adanya rekonfigurasi solidaritas yang dibangun berdasarkan kesamaan pengalaman konflik. Masyarakat juga mengembangkan adaptasi sosial sebagai upaya memperbaiki hubungan sosial dan hidup berdampingan. Dengan demikian, konflik pertambangan tidak menghilangkan solidaritas sosial, tetapi mengubah basis dan faktor pembentukannya dalam masyarakat Desa Wadas.
Abtrak (Bhs. Inggris)Andesite mining activities in Wadas Village, Bener Subdistrict, Purworejo Regency have not only sparked conflicts over resource interests but have also affected the community’s social solidarity. This study aims to examine changes in social solidarity among the residents of Wadas Village across three phases, before the conflict, during the conflict, and after the conflict, as well as to analyze the reconfiguration of solidarity. This study employs a qualitative method using a case study approach. Informants were selected using purposive sampling. Data were collected through non-participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that prior to the conflict, the community of Wadas Village exhibited mechanical solidarity. During the conflict, tensions arose between community groups—those who accepted and those who rejected the conflict—causing solidarity to weaken and group boundaries to become increasingly distinct. On the other hand, these intergroup tensions strengthened the internal cohesion of each group through organization, collective action, communication mechanisms, role division, and cooperation toward achieving group goals. In the post-conflict phase, social relations improved but had not yet returned to their pre-conflict state. Changes during this phase subsequently revealed a reconfiguration of solidarity built upon shared experiences of the conflict. The community also developed social adaptations as an effort to repair social relations and coexist. Thus, the mining conflict did not eliminate social solidarity but transformed its basis and the factors shaping it within the Wadas Village community.
Kata kunciKata kunci: Pertambangan, Konflik, Solidaritas sosial
Pembimbing 1Prof. Dr. Muslihudin, M. Si.
Pembimbing 2Dr. Masrukin, M. Si.
Pembimbing 3Prof. Dr. Imam Santosa, M. Si.
Tahun2026
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2026-08-27 14:34:22.340294
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.