Artikel Ilmiah : A1A019114 a.n. KHARISMA SANTARAWATI
| NIM | A1A019114 |
|---|---|
| Namamhs | KHARISMA SANTARAWATI |
| Judul Artikel | ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) DI DESA SUKALAKSANA KECAMATAN SAMARANG KABUPATEN GARUT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Usahatani sawi hijau merupakan komoditas sayuran daun yang rentan terhadap fluktuasi harga pasar yang tinggi. Pemahaman terhadap struktur pembiayaan yang riil, termasuk komponen biaya implisit yang kerap tidak tercatat, penting untuk mengetahui kondisi finansial usahatani secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani serta menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kelayakan finansial usahatani sawi hijau di Desa Sukalaksana. Penelitian dilaksanakan di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada satu musim tanam. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sample menggunakan metode sensus, didapatkan 60 petani. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis dengan metode tabulasi biaya dan pendapatan, serta uji kelayakan finansial yang meliputi Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Break-Even Point (BEP), produktivitas modal, dan produktivitas tenaga kerja. Pada musim tanam yang diamati, rata-rata usahatani sawi hijau di Desa Sukalaksana per 0,29 hektar memperoleh penerimaan sebesar Rp11.444.000 dan total biaya sebesar Rp2.720.941, sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp8.723.059 per musim tanam dan nilai keuntungan sebesar Rp8.314.726. Nilai R/C Ratio yang diperoleh adalah 4,26, dengan BEP Penerimaan sebesar Rp945.850, BEP Produksi sebesar 1.360,47 kg, dan BEP Harga sebesar Rp472,92/kg pada harga jual rata-rata Rp2.000/kg. Produktivitas modal (π/C Ratio) tercatat sebesar 310%, dan produktivitas tenaga kerja sebesar Rp408.879/HOK, yang berada di atas standar upah buruh tani harian lokal sebesar Rp50.000/HOK. Berdasarkan indikator-indikator tersebut, usahatani sawi hijau di Desa Sukalaksana layak secara finansial pada musim tanam yang diteliti. Hasil ini masih terbatas pada satu musim tanam dan kondisi harga saat penelitian dilakukan, sehingga tidak serta-merta mencerminkan kelayakan usaha secara berkelanjutan sepanjang tahun. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Green mustard (Brassica juncea L.) farming is highly vulnerable to extreme fluctuations in market prices at the middleman level. Understanding the actual cost structure, including implicit cost components that are often unrecorded, was important for assessing the financial condition of the farming business as a whole. This study aimed to describe the characteristics of farmers and to analyze the costs, revenue, income, and financial feasibility of green mustard farming in Sukalaksana Village. The research was conducted in the green mustard farming center located in Sukalaksana Village, Samarang Subdistrict, Garut Regency, West Java. The study was carried out over one planting season. The method used was a descriptive research design with a quantitative approach using a survey method involving 60 farmer respondents selected through census sampling. Data were collected through field observations and interviews using structured questionnaires, then analyzed using cost and income tabulation methods and financial feasibility indicators, including the Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Break-Even Point (BEP), capital productivity, and labor productivity. During the planting season observed, green mustard farming in Sukalaksana Village generated an average revenue of IDR 11,444,000 and total costs of IDR 2.720.941 per 0.29 hectares, resulting in a net income of IDR 8,318,550 per planting season. The R/C Ratio obtained was 4.62, with a Revenue BEP of IDR 945.850, a Production BEP of 1,360,47 kg, and a Price BEP of IDR 472,92/kg at an average selling price of IDR 2,000/kg. Capital productivity (π/C Ratio) was 310%, and labor productivity was IDR 408.879 per HOK (man-day), which was above the local daily farm wage standard of IDR 50,000 per HOK. Based on these indicators, green mustard farming in Sukalaksana Village was financially feasible during the planting season studied. These results, however, are limited to a single planting season and to the price conditions at the time of the study, and therefore do not necessarily reflect the feasibility of the business on a year-row |
| Kata kunci | sawi hijau, usahatani, kelayakan finansial |
| Pembimbing 1 | Dr. rer. agr. Ir. Djeimy Kusnaman, M.Sc.Agr. |
| Pembimbing 2 | Rifki Andi Novia, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 78 |
| Tgl. Entri | 2026-08-27 13:17:15.637518 |