Artikel Ilmiah : A1A020081 a.n. AMALIA MUFIDA

Kembali Update Delete

NIMA1A020081
NamamhsAMALIA MUFIDA
Judul ArtikelStrategi Pemasaran Untuk Peningkatan Penjualan Sayuran Selada di Hidroponik Fresh Sayurku
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini di latar belakangi oleh potensi besar komoditas sayuran selada hidroponik sebagai bagian dari urban farming di Kabupaten Banyumas, namun usaha Hidroponik Fresh Sayurku masih menghadapi kendala berupa fluktuasi pendapatan, keterbatasan kapasitas tempat produksi, ketiadaan tenaga kerja operasional, serta belum optimalnya promosi digital di tengah ketatnya persaingan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP), mengidentifikasi bauran pemasaran (7P), serta merumuskan dan menetapkan prioritas strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan penjualan sayuran selada.
Menggunakan metode studi kasus deskriptif kuantitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada informan kunci (owner, konsumen, mitra ritel, dan pesaing) yang dianalisis menggunakan matriks IFE, EFE, IE, SWOT, serta QSPM. Matriks IFE dan EFE diawali dengan identifikasi faktor internal dan eksternal. Setelah identifikasi faktor internal dan eksternal, kemudian membuat strategi alternatif berdasarkan faktor internal dan eskternal tersebut dengan menggunakan matriks SWOT. Strategi alternatif di perhitungkan kembali dengan daya tarik dari responden menggunakan alat analisis QSPM.
Hasil penelitian menunjukkan segmen pasar berfokus di Kabupaten Banyumas pada masyarakat menengah ke atas dan mitra B2B (supermarket serta restoran), dengan positioning sebagai penyedia selada hidroponik segar, higienis, dan berharga terjangkau. Identifikasi bauran pemasaran (7P) menunjukkan keunggulan pada mutu produk, kesesuaian harga, lokasi strategis, dan proses SOP budidaya, meski masih terbatas pada jangkauan promosi serta skema pengelola tunggal (single-operator). Perolehan skor IFE sebesar 2,76 dan EFE sebesar 3,28 menempatkan posisi usaha pada Kuadran II (Grow and Build) matriks IE yang mendukung strategi agresif/ekspansi (Strength-Opportunity). Berdasarkan analisis matriks QSPM, prioritas strategi utama yang dirumuskan adalah mengatasi kapasitas produksi yang terbatas dan kurangnya tenaga kerja guna memanfaatkan tingginya permintaan produk dengan memperluas tempat produksi serta menambah kuantitas tenaga kerja, dengan skor Total Attractive Score (TAS) tertinggi sebesar 5,751.  
Abtrak (Bhs. Inggris)This research is motivated by the great potential of hydroponic lettuce as part of urban farming in Banyumas Regency, however, the Fresh Sayurku Hydroponic business still faces obstacles such as income fluctuations, limited production capacity, lack of operational workers, and suboptimal digital promotion amidst tight competition. Therefore, this study aims to analyze Segmenting, Targeting, and Positioning (STP), identify the marketing mix (7P), and formulate and prioritize appropriate marketing strategies to increase lettuce sales.
Using a quantitative descriptive case study method, data were obtained through observation, interviews, and questionnaires with key informants (owners, consumers, retail partners, and competitors) which were analyzed using the IFE, EFE, IE, SWOT, and QSPM matrices. The IFE and EFE matrices begin with the identification of internal and external factors. After identifying internal and external factors, alternative strategies are then created based on these internal and external factors using the SWOT matrix. Alternative strategies are recalculated with the attractiveness of respondents using the QSPM analysis tool.
The research results show that the market segment focuses on the middle to upper class society in Banyumas Regency and B2B partners (supermarkets and restaurants), with positioning as a provider of fresh, hygienic, and affordable hydroponic lettuce. The identification of the marketing mix (7P) shows advantages in product quality, price suitability, strategic location, and cultivation SOP processes, although still limited to promotional reach and a single-operator scheme. The IFE score of 2.76 and EFE of 3.28 places the business in Quadrant II (Grow and Build) of the IE matrix which supports an aggressive/expansion strategy (Strength-Opportunity). Based on the QSPM matrix analysis, the main strategic priority formulated is to overcome limited production capacity and lack of labor in order to take advantage of high product demand by expanding production sites and increasing the quantity of labor, with the highest Total Attractive Score (TAS) of 5.751.
Kata kunciBauran Pemasaran, Hidroponik, QSPM, Selada, Strategi Pemasaran, SWOT
Pembimbing 1Dr. Dindy Darmawati Putri, S.P.,M.P
Pembimbing 2Lutfi Zulkifli, S.P., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman107
Tgl. Entri2026-08-26 21:30:23.588384
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.