Artikel Ilmiah : A1A019078 a.n. RIZA DEWI NURMALA

Kembali Update Delete

NIMA1A019078
NamamhsRIZA DEWI NURMALA
Judul ArtikelAnalisis Usaha Gula Merah Sukrosa CV. Srikandi Sukses Abadi Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah
Abstrak (Bhs. Indonesia)Usaha gula merah merupakan salah satu sektor agroindustri yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan karena permintaan pasar yang terus ada serta didukung oleh ketersediaan bahan baku. Salah satu produsen gula yang memproduksi gula merah sukrosa di Kabupaten Purworejo yaitu CV. Srikandi Sukses Abadi. Meskipun usaha telah berjalan selama beberapa tahun, analisis kelayakan finansial belum pernah dilakukan sehingga belum diketahui apakah usaha yang dijalankan layak untuk dikembangkan dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar biaya total produksi dan penerimaan, menganalisis kelayakan finansial usaha, mengetahui berapa lama pengembalian modal, mengetahui titik impas produksi, dan menganalisis sensitivitas kelayakan usaha terhadap perubahan biaya bahan yang digunakan dalam proses produksi gula merah sukrosa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus. Penelitian dilaksanakan di CV. Srikandi Sukses Abadi yang berlokasi di Jalan Senepo Timur Gang Krajan II No. 7 RT 03/RW 07, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan selama satu bulan yaitu periode 1 sampai 30 Juni 2026. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, Break Even Point (BEP), Payback Period (PP), dan analisis sensitivitas.
Hasil penelitian ini menunjukkan total biaya produksi gula merah sukrosa yang dikeluarkan oleh CV. Srikandi Sukses Abadi pada periode 1 sampai 30 Juni 2026 yaitu sebesar Rp211.780.272,61. Penerimaan yang diperoleh sebesar Rp239.190.000. Berdasarkan nilai R/C Ratio usaha gula merah sukrosa CV. Srikandi Sukses tergolong layak untuk diusahakan karena memiliki nilai R/C Ratio > 1 yaitu sebesar 1,13. Nilai tersebut menunjukkan bahwa setiap Rp1 biaya yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,13. Dengan demikian, terdapat keuntungan sebesar Rp0,13 untuk setiap Rp1 biaya yang dikeluarkan, sehingga meskipun usaha tergolong layak, keuntungan yang diperoleh relatif kecil. Nilai Break Even Point (BEP) usaha gula merah sukrosa CV. Srikandi Sukses Abadi untuk BEP atas dasar produksi sebesar 1.028,14 kg, BEP atas dasar harga sebesar Rp18.593,53/kg, dan BEP penerimaan sebesar Rp20.920.712,38. Sementara itu, produksi aktual gula merah sukrosa sebesar 11.390 kg, dengan harga jual sebesar Rp21.000/kg, dan penerimaan sebesar Rp239.190.000. Nilai tersebut masing-masing lebih besar dari BEP produksi, BEP harga, dan BEP penerimaan. Hal ini menunjukkan bahwa volume produksi, harga jual, dan penerimaan yang diperoleh CV. Srikandi Sukses Abadi telah melampaui titik impas. Payback Period (PP) usaha gula merah sukrosa CV. Srikandi Sukses Abadi sebesar 2,75, artinya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan modal investasi awal sekitar 2 tahun 9 bulan. Hasil analisis sensitivitas usaha gula merah sukrosa CV. Srikandi Sukses Abadi menunjukkan apabila terjadi kenaikan harga bahan-bahan sebesar 14% usaha masih layak dijalankan dengan nilai R/C Ratio 1,01 (> 1), namun apabila terjadi kenaikan harga sebesar 15% usaha dapat mengalami kerugian dengan nilai R/C Ratio 0,99 (< 1).
Abtrak (Bhs. Inggris)The brown sugar industry is one of the agro-industrial sectors with considerable potential for further development due to sustained market demand and the availability of raw materials. One of the producers of sucrose brown sugar in Purworejo Regency is CV Srikandi Sukses Abadi. Although the business has been operating for several years, no financial feasibility analysis has been conducted to determine whether the business is financially viable for long-term development. This research aims to determine the total production costs and rev-enue, analyze the financial feasibility of the business, determine the payback period, determine the break-even point, and analyze the sensitivity of the business feasibility to changes in the costs of raw materials used in the production process of sucrose brown sugar.
The method used in this research was a case study method. The research was conducted at CV. Srikandi Sukses Abadi, located at Jalan Senepo Timur Gang Krajan II No. 7, RT 03/RW 07, Kutoarjo District, Purworejo Regency, Central Java Province. The research was conducted for one month, from June 1 to June 30, 2026. The analyses employed in this research included cost analysis, revenue analysis, income analysis, R/C Ratio, Break-Even Point (BEP), Payback Period (PP), and sensitivity analysis.
The results of this research show that the total production cost incurred by CV. Srikandi Sukses Abadi for the production of sucrose brown sugar during the period from June 1 to June 30, 2026, amounted to IDR 211.780.272,61. The revenue generated amounted to IDR 239.190.000. Based on the R/C Ratio, the sucrose brown sugar business operated by CV. Srikandi Sukses Abadi is considered feasible, as it has an R/C Ratio greater than 1, with a value of 1,13. This value indicates that every IDR 1 spent generates revenue of IDR 1,13. Therefore, a profit of IDR 0,13 is generated for every IDR 1 spent. Thus, although the business is considered feasible, the profit generated is relatively low. The Break-Even Point (BEP) analysis shows that the production BEP for the sucrose brown sugar business operated by CV. Srikandi Sukses Abadi is 1.028,14 kg, the price BEP is IDR 18.593,53 per kg, and the revenue BEP is IDR 20.920.712,38. Meanwhile, the actual production of sucrose brown sugar reached 11.390 kg, with a selling price of IDR 21.000 per kg and total revenue of IDR 239.190.000. These figures are all higher than the respective production BEP, price BEP, and revenue BEP. This indicates that the production volume, selling price, and revenue generated by CV. Srikandi Sukses Abadi have exceeded the break-even point. The Payback Period (PP) of the sucrose brown sugar business operated by CV. Srikandi Sukses Abadi is 2,75 years, indicating that approximately 2 years and 9 months are required to recover the initial investment. The sensitivity analysis of the sucrose brown sugar business operated by CV. Srikandi Sukses Abadi shows that the business remains feasible if raw material prices increase by 14%, with an R/C Ratio of 1,01 (> 1). However, if raw material prices increase by 15%, the business may incur a loss, as the R/C Ratio decreases to 0,99 (< 1).
Kata kunciAnalisis Kelayakan Finansial, Gula Merah Sukrosa, Payback Period, Analisis Sensitivitas
Pembimbing 1Alpha Nadeira Mandamdari, S.P., M.P.
Pembimbing 2Rifki Andi Novia, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman80
Tgl. Entri2026-08-26 20:24:29.022539
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.