Artikel Ilmiah : A1A019008 a.n. ALDA YULIA SWANDANI

Kembali Update Delete

NIMA1A019008
NamamhsALDA YULIA SWANDANI
Judul ArtikelStrategi Pengembangan Usahatani Padi Perlakuan Organik di Desa Lemberang Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Desa Lemberang merupakan salah satu desa yang sudah menerapkan usahatani
padi dengan sistem organik di Kabupaten Banyumas. Meskipun belum memiliki
sertifikasi organik, petani padi perlakuan organik di Desa Lemberang berkomitmen
untuk beralih dari sistem pertanian konvensional ke pertanian organik. Selama ini sudah
ada beberapa penelitian yang dilakukan mengenai padi perlakuan organik di Desa Lemberang namun belum terdapat penelitian yang mengupas secara mendalam potensi
usahatani padi perlakuan organik di Desa Lemberang sehingga perlu dilakukan
penelitian untuk merumuskan dan menentukan strategi pengembangan usahatani padi perlakuan organik di desa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi
kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada pengembangan usahatani padi
perlakuan organik di Desa Lemberang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas; 2) menganalisis strategi pengembangan usahatani padi perlakuan organik di Desa
Lemberang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.
Penelitian dilaksanakan bulan Juli hingga Agustus 2026 pada usahatani padi
perlakuan organik yang terletak di Desa Lemberang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Analisis yang
digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis IFAS (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (External Factor Analysis Summary), IE (Internal-Eksternal), SWOT
(Strength, Weakness, Opportunity, Threat), dan QSPM (Quantitative Strategic Planning
Matrix).
Hasil penelitian terhadap faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal
menunjukkan bahwa usahatani padi perlakuan organik berada pada posisi yang kuat.
Usahatani padi perlakuan organik di Desa Lemberang memiliki kekuatan dan peluang
yang secara agregat masih lebih besar dari pada kelemahan dan ancaman yang
dihadapinya, sehingga usahatani ini memiliki modal internal dan eksternal yang
memadai untuk dikembangkan lebih lanjut. Kekuatan utama usahatani padi perlakuan
organik di Desa Lemberang terdapat pada faktor produk memiliki dukungan kelompok
tani kepada petani anggota dan kemandirian dalam memproduksi benih, sedangkan
kelemahan utama yaitu faktor keterbatasan tempat atau ruang penyimpanan produksi.
Peluang utama usahatani padi perlakuan organik di Desa Lemberang yaitu faktor
kebijakan pemerintah yang mendukung pertanian padi organik, sedangkan ancaman
utama terdapat pada faktor belum tersedianya saluran pemasaran beras organik.
Pemetaan posisi usahatani padi perlakuan organik di Desa Lemberang melalui matriks
IE berada pada sel satu (Growth and Build) dengan strategi penetrasi pasar. Terdapat
tujuh alternatif strategi yang dihasilkan matriks SWOT dan strategi yang menjadi
prioritas terbaik dengan skor tertinggi yang dihasilkan matriks QSP adalah strategi
membentuk unit pemasaran bersama dan memanfaatkan pemasaran digital untuk
memperpendek rantai pemasaran.
Abtrak (Bhs. Inggris)Lemberang Village is one of the villages in Banyumas Regency that has adopted
organic rice farming practices. Although they do not yet hold organic certification, the
farmers in Lemberang Village are committed to transitioning from conventional to
organic farming systems. While several studies have previously been conducted on
organic rice farming in Lemberang Village, there has been no in-depth analysis of its
potential; therefore, research is needed to formulate and determine development
strategies for organic rice farming in the village. This study aims to: 1) identify the
strengths, weaknesses, opportunities, and threats regarding the development of organic
rice farming in Lemberang Village, Sokaraja District, Banyumas Regency; and 2)
analyze development strategies for organic rice farming in Lemberang Village,
Sokaraja District, Banyumas Regency.
The research was conducted from July to August 2026 on an organic rice farming
operation located in Lemberang Village, Sokaraja District, Banyumas Regency. A
survey method was employed. The analyses utilized included descriptive analysis, as
well as IFAS (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (External Factor Analysis
Summary), IE (Internal-External), SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat),
and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) analysis.
An analysis of internal and external environmental factors indicates that organic
rice farming in Lemberang Village occupies a strong position. The strengths and opportunities associated with this farming activity outweigh its weaknesses and threats
in the aggregate, providing sufficient internal and external capital for further
development. Key strengths include farmer group support for member farmers and selfsufficiency in seed production, while the primary weakness is limited storage space for
produce. A major opportunity lies in government policies supporting organic rice
farming, whereas the main threat is the current lack of marketing channels for organic
rice. Mapping the position of organic rice farming in Lemberang Village using the
Internal-External (IE) matrix places it in Cell I (Growth and Build), suggesting a
market penetration strategy. Seven strategic alternatives were identified via the SWOT
matrix; the top-priority strategy—achieving the highest score in the Quantitative
Strategic Planning (QSP) matrix—is to establish a joint marketing unit and utilize
digital marketing to shorten the marketing chain.
Kata kunciusahatani, padi perlakuan organik, IFAS, EFAS, SWOT, QSPM
Pembimbing 1Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D.
Pembimbing 2Rifki Andi Novia, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman95
Tgl. Entri2026-08-26 14:38:12.26682
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.