Artikel Ilmiah : G1B022037 a.n. INTAN AYU NUGRAHA

Kembali Update Delete

NIMG1B022037
NamamhsINTAN AYU NUGRAHA
Judul ArtikelPerbandingan Penurunan Vertikal Tulang Alveolar Pasca Pencabutan Gigi Teknik Minimal Invasif dengan Teknik Konvensional
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang. Pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan paling umum yang dilakukan oleh dokter gigi umum dan menjadi langkah kuratif terakhir ketika perawatan lain tidak memungkinkan untuk mempertahankan gigi yang telah rusak. Tujuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan penurunan vertikal tulang alveolar pasca pencabutan gigi teknik minimal invasif dengan teknik konvensional. Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel berjumlah 22 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok penelitian, yaitu kelompok teknik minimal invasif dan kelompok teknik konvensional. Pengukuran penurunan vertikal tulang alveolar pada hasil radiografi sebelum dan sesudah pencabutan gigi menggunakan software ImageJ yang telah dikalibrasi dari software Cliniview. Data penurunan vertikal tulang alveolar diperoleh dari hasil pengukuran analisis menggunakan Mann Whitney. Hasil. Hasil penelitian ini didapatkan adanya perbedaan penurunan vertikal tulang alveolar pasca pencabutan gigi teknik minimal invasif dengan teknik konvensional (p<0,05). Simpulan. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan signifikan penurunan vertikal tulang alveolar pasca pencabutan gigi teknik minimal invasif dengan teknik konvensional.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background. Tooth extraction is one of the most common procedures performed by general dentists and serves as the final curative option when other treatments are no longer viable to preserve a damaged tooth. Purpose. This study aimed to determine the difference in vertical alveolar bone reduction following tooth extraction using the minimally invasive technique compared with the conventional technique. Methods. This study was an observational analytical study with a cross-sectional approach, involving 22 samples that met the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique used was total sampling. Samples were divided into two study groups, namely the minimally invasive technique group and the conventional technique group. Measurement of vertical alveolar bone loss on radiographic images before and after tooth extraction using ImageJ software calibrated from CliniView. Data on vertical alveolar bone reduction were analyzed using the Mann-Whitney test. Results. The results showed a significant difference in vertical alveolar bone reduction following tooth extraction between the minimally invasive and conventional techniques (p<0.05). Conclusion. There is a significant difference in vertical alveolar bone reduction following tooth extraction between the minimally invasive technique and the conventional technique.
Kata kuncipencabutan gigi, penurunan vertikal, teknik konvensional, teknik minimal invasif, tulang alveolar
Pembimbing 1drg. Helmi Hirawan, Sp.BM
Pembimbing 2drg. Aditya Priagung Prakosa, M.M
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2026-08-25 17:53:25.904281
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.