Artikel Ilmiah : A1D022143 a.n. FAISHAL IBNU ADITYA

Kembali Update Delete

NIMA1D022143
NamamhsFAISHAL IBNU ADITYA
Judul ArtikelAplikasi Pupuk N, P, K Dosis Rendah dan Pembenah Tanah terhadap Tinggi Tanaman (14 dan 28 HST) dan Jumlah Daun (14 dan 28 HST) Jagung Manis pada Sistem Companion Planting
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penurunan kesuburan tanah akibat praktik monokultur dan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dosis tinggi mendorong perlunya teknologi budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi pupuk N, P, K dosis rendah yang dikombinasikan dengan pembenah tanah, serta pola companion planting, terhadap pertumbuhan awal jagung manis yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 14 dan 28 hari setelah tanam (HST). Penelitian dilaksanakan di Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah taraf pemupukan yang terdiri atas NPK 100%, NPK 50% + biochar, NPK 50% + pupuk organik, dan biochar + pupuk organik. Faktor kedua adalah kombinasi tanaman pendamping, yaitu jagung manis dengan timun kecil dan jagung manis dengan kembang kol. Data dianalisis menggunakan Uji F pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur 14 dan 28 HST, baik perlakuan pupuk, kombinasi tanaman pendamping, maupun interaksi keduanya belum memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman maupun jumlah daun jagung manis. Tinggi tanaman pada 14 HST berkisar antara 5,65-6,97 cm dan pada 28 HST berkisar antara 15,26-19,24 cm, sedangkan jumlah daun pada 14 HST berkisar antara 3,33-4,04 helai dan pada 28 HST berkisar antara 5,71-6,13 helai. Belum munculnya pengaruh nyata pada fase ini diduga berkaitan dengan tahap awal perkembangan sistem perakaran tanaman serta proses dekomposisi bahan pembenah tanah yang belum berlangsung optimal, sehingga hara yang terkandung di dalamnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tanaman.
Abtrak (Bhs. Inggris)The decline in soil fertility caused by monoculture practices and farmers' reliance on high doses of chemical fertilizers has encouraged the need for more efficient and environmentally friendly cultivation technologies. This study aimed to examine the effect of applying low-dose N, P, K fertilizer combined with soil conditioners, as well as a companion planting pattern, on the early growth of sweet corn, including plant height and leaf number at 14 and 28 days after sowing (DAS). The study was conducted in Karangnangka Village, Kedungbanteng Subdistrict, Banyumas Regency, using a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors and three replications. The first factor was the fertilization level, consisting of 100% NPK, 50% NPK + biochar, 50% NPK + organic fertilizer, and biochar + organic fertilizer. The second factor was the companion crop combination, namely sweet corn with small cucumber and sweet corn with cauliflower. Data were analyzed using an F test at the 5% level. The results showed that at 14 and 28 DAS, neither the fertilizer treatment, the companion crop combination, nor their interaction had a significant effect on the plant height or leaf number of sweet corn. Plant height at 14 DAS ranged from 5.65-6.97 cm and at 28 DAS ranged from 15.26-19.24 cm, while leaf number at 14 DAS ranged from 3.33-4.04 leaves and at 28 DAS ranged from 5.71-6.13 leaves. The absence of a significant effect at this stage is presumed to be related to the early stage of root system development and the incomplete decomposition of the soil conditioners, so that the nutrients contained therein could not yet be optimally utilized by the plants.
Kata kuncibiochar, companion planting, jagung manis, pupuk organik, tinggi tanaman
Pembimbing 1Ahadiyat Yugi Rahayu
Pembimbing 2Ponendi Hidayat
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman6
Tgl. Entri2026-08-21 10:59:08.08187
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.