Artikel Ilmiah : I4B025036 a.n. AZARINE ZULEKA RAMADANI WIDIADIKUSUMA SUSETIO

Kembali Update Delete

NIMI4B025036
NamamhsAZARINE ZULEKA RAMADANI WIDIADIKUSUMA SUSETIO
Judul ArtikelSudi Kasus: Penerapan Terapi Hand Held Fan Untuk Mengurangi Sesak Napas Pada Pasien Kanker Paru
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar belakang: Kanker paru merupakan penyakit keganasan dengan angka kejadian dan kematian tinggi serta sering menimbulkan sesak napas atau dispnea. Sesak napas dapat terjadi akibat massa tumor, obstruksi jalan napas, efusi pleura, gangguan ekspansi paru, serta ketidakseimbangan ventilasi dan perfusi. Kondisi ini dapat menyebabkan napas terasa pendek, tidak lega, mudah lelah, cemas, serta menurunkan kenyamanan pasien. Selain terapi medis, terapi pendamping nonfarmakologis seperti hand held fan dapat diterapkan dengan mengarahkan aliran udara ke area wajah untuk membantu memberikan sensasi napas lebih lega, nyaman, dan rileks.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan terapi hand held fan terhadap penurunan sesak napas pada pasien kanker paru.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan penerapan Evidence Based Nursing (EBN). Subjek penelitian adalah satu pasien kanker paru dengan keluhan sesak napas yang dirawat di Ruang Cendana RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Intervensi terapi hand held fan dilakukan selama tiga hari, tiga kali sehari, dengan durasi ±5 menit setiap sesi. Evaluasi dilakukan menggunakan Modified Borg Dyspnea Scale (MBDS), pengukuran respiratory rate, saturasi oksigen, serta observasi respons subjektif dan objektif pasien.
Hasil: Setelah diberikan terapi hand held fan, terjadi penurunan tingkat sesak napas yang ditunjukkan dengan penurunan skor MBDS dari 5 dengan kategori sesak napas berat menjadi 3 dengan kategori sesak napas sedang. Frekuensi napas juga mengalami penurunan dari 26 x/menit
menjadi 22 x/menit. Selain itu, pasien mengatakan napas terasa lebih lega, tubuh lebih rileks, dan lebih nyaman setelah terapi dilakukan. Secara objektif, pasien tampak lebih tenang, pola napas lebih teratur, serta sesak napas tampak berkurang.
Kesimpulan: Terapi hand held fan berpengaruh dalam membantu menurunkan sesak napas pada pasien kanker paru. Terapi ini dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis berbasis Evidence-Based Nursing yang aman, sederhana, mudah diterapkan, dan dapat meningkatkan kenyamanan pasien.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Lung cancer is a malignancy with high incidence and mortality rates and often causes shortness of breath or dyspnea. Dyspnea may occur due to tumor mass, airway obstruction, pleural effusion, impaired lung expansion, and ventilation-perfusion imbalance. This condition can cause shortness of breath, an uncomfortable breathing sensation, fatigue, anxiety, and decreased patient comfort. In addition to medical therapy, non-pharmacological complementary therapy such as a hand-held fan can be applied by directing airflow to the facial area to help provide a sensation of easier breathing, comfort, and relaxation.
Objective: This study aims to determine the effectiveness of hand-held fan therapy in reducing shortness of breath in lung cancer patients.
Method: This study used a descriptive case study design with the application of Evidence-Based Nursing (EBN). The subject was one lung cancer patient with shortness of breath who was treated in Cendana Ward, Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto. The hand-held fan therapy was performed for three days, three times a day, with a duration of approximately five minutes in each session. Evaluation was carried out using the Modified Borg Dyspnea Scale (MBDS), respiratory rate measurement, oxygen saturation, and observation of the patient’s subjective and objective responses.
Results: After the implementation of hand-held fan therapy, the patient’s level of dyspnea decreased, as indicated by a reduction in the MBDS score from 5, categorized as severe dyspnea, to 3, categorized as moderate dyspnea. The respiratory rate also decreased from 26 breaths/minute to 22 breaths/minute. In addition, the patient reported feeling more relieved, relaxed, and comfortable after the therapy. Objectively, the patient appeared calmer, the breathing pattern became more regular, and shortness of breath was reduced.
Conclusion: Hand-held fan therapy had an effect on reducing shortness of breath in lung cancer patients. This therapy can be used as a non-pharmacological nursing intervention based on Evidence Based Nursing that is safe, simple, easy to apply, and able to improve patient comfort.
Kata kunci kanker paru, sesak napas, dyspnea, terapi hand held fan, Modified Borg Dyspnea Scale
Pembimbing 1Nurmaharani, S.Kep., Ns, M.Kep.
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman83
Tgl. Entri2026-08-21 10:34:31.843137
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.