Artikel Ilmiah : A1D022145 a.n. YOHANNA CHRISTIE ELLIORA SIREGAR

Kembali Update Delete

NIMA1D022145
NamamhsYOHANNA CHRISTIE ELLIORA SIREGAR
Judul ArtikelAplikasi Bakteri Ilmiah sebagai Pemacu Pertumbuhan pada Eksplan Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penyediaan bibit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) yang sehat dan seragam serta bebas penyakit merupakan faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas tanaman. Kultur in vitro menjadi salah satu metode perbanyakan yang efektif, namun keberhasilannya masih bergantung pada penggunaan zat pengatur tumbuh sintetis. Bakteri endofit diketahui mampu menghasilkan fitohormon, seperti indole-3-acetic acid (IAA), sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif hayati yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung pertumbuhan eksplan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh aplikasi beberapa isolat bakteri endofit terhadap pertumbuhan eksplan pisang kepok secara in vitro serta mengidentifikasi isolat yang paling berpotensi sebagai agen pemacu pertumbuhan. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor yang terdiri atas enam perlakuan, yaitu kontrol (akuades), Bacillus velezensis, Serratia sp., Enterobacter sp., Stenotrophomonas sp., dan IAA 5 ppm dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif eksplan, kandungan IAA, serta keberadaan bakteri endofit di dalam jaringan tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam yang dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bakteri endofit memberikan respons terhadap beberapa parameter pertumbuhan eksplan. Perlakuan IAA 5 ppm menghasilkan pertumbuhan terbaik pada jumlah tunas, jumlah dan panjang akar, bobot basah tanaman, serta tingkat kehijauan daun. Di antara seluruh isolat yang diuji, Enterobacter sp. menunjukkan potensi paling tinggi sebagai pemacu pertumbuhan yang ditunjukkan oleh peningkatan jumlah akar, panjang akar, bobot basah tanaman, serta kemampuan menghasilkan IAA tertinggi. Analisis PCR gen 16S rRNA mengonfirmasi bahwa bakteri yang diinokulasikan mampu berkolonisasi di dalam jaringan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stenotrophomonas sp dan Enterobacter sp. berpotensi dikembangkan sebagai agen pemacu pertumbuhan pada kultur in vitro pisang kepok dan dapat menjadi alternatif biologis untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan zat pengatur tumbuh sintetis dalam sistem perbanyakan bibit.
Abtrak (Bhs. Inggris)The availability of healthy, uniform, and disease-free kepok banana (Musa paradisiaca L.) seedlings is a key factor in boosting crop productivity. In vitro culture is one effective propagation method, but its success still depends on the use of synthetic plant growth regulators. Endophytic bacteria are known to produce phytohormones, such as indole-3-acetic acid (IAA), and thus have the potential to be utilized as a more environmentally friendly biological alternative to support explant growth. This study aims to evaluate the effect of applying several endophytic bacterial isolates on the in vitro growth of kepok banana explants and to identify the most promising isolates as growth-promoting agents. The study was designed using a one-factor completely randomized design consisting of six treatments: control (distilled water), Bacillus velezensis, Serratia sp., Enterobacter sp., Stenotrophomonas sp., and 5 ppm IAA, with four replicates. The parameters observed included vegetative growth of the explants, IAA content, and the presence of endophytic bacteria within the plant tissue. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test at the 5% significance level. The results showed that the application of endophytic bacteria had a positive effect on several parameters of explant growth. The 5 ppm IAA treatment produced the best growth in terms of the number of shoots, the number and length of roots, plant fresh weight, and leaf greenness. Among all the isolates tested, Enterobacter sp. showed the highest potential as a growth promoter, as indicated by increases in the number of roots, root length, plant fresh weight, and the highest IAA production capacity. PCR analysis of the 16S rRNA gene confirmed that the inoculated bacteria were able to colonize plant tissues. The results of this study indicate that Stenotrophomonas sp and Enterobacter sp. has the potential to be developed as a growth promoter in in vitro cultures of kepok bananas and could serve as a biological alternative to reduce reliance on synthetic growth regulators in seedling propagation systems.
Kata kuncibakteri endofit; Enterobacter sp.; kultur in vitro; pertumbuhan eksplan; pisang kepok
Pembimbing 1Dr. Ruth Feti Rahayuniati, S.P., M.P.
Pembimbing 2Lafi Na'imatul Bayyinah, S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2026-08-20 16:47:19.080179
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.