| NIM | E1A022137 |
| Namamhs | BILLY AKHMAD ROBBANI |
| Judul Artikel | TINJAUAN YURIDIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ANAK DALAM TINDAK PIDANA DENGAN KEKERASAN MELAKUKAN PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (Studi Putusan No.50/Pid.Sus-Anak/2024/ PN Plg)
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia merupakan bentuk kejahatan sangat serius yang senantiasa mendapat sorotan tajam sekaligus perhatian khusus dalam ranah penegakan hukum pidana di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan unsur-unsur tindak pidana dan pertanggungjawaban pidana, serta membedah pertimbangan Penuntut Umum dan Hakim dalam penentuan strafmaat terhadap Anak Berkonflik dengan Hukum pada Putusan Nomor 50/Pid.Sus-Anak/2024/PN Plg. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan pelaku secara sah telah memenuhi seluruh unsur tindak pidana Pasal 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo. Pasal 81 ayat (5) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sehingga mutlak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. Penuntut Umum mengajukan tuntutan maksimal berupa pidana mati dengan berlandaskan pada teori pembalasan, sedangkan hakim memutuskan menjatuhkan pidana penjara selama sepuluh tahun beserta kewajiban pelatihan kerja selama satu tahun. Penelitian ini membuktikan bahwa putusan hakim tersebut lebih mencerminkan penerapan teori relatif dalam sistem pemidanaan yang sangat berorientasi pada proses pembinaan, rehabilitasi mental, dan perbaikan perilaku anak secara berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan agar penjatuhan sanksi pidana terhadap anak senantiasa mengedepankan prinsip kepentingan terbaik anak seraya tetap memperhatikan keadilan bagi pihak korban dan masyarakat luas. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Sexual violence against a child resulting in death is a serious criminal offense that continues to receive significant attention in the enforcement of criminal law in Indonesia. This study aims to analyze the application of the elements of the criminal offense and criminal liability, as well as to examine the considerations of the Public Prosecutor and the Panel of Judges in determining the strafmaat (severity of punishment) imposed on a Child in Conflict with the Law in Court Decision Number 50/Pid.Sus-Anak/2024/PN Plg. This study employs a normative juridical method using a statutory approach and a case approach. The results of the study show that the offender's conduct fulfilled all elements of the criminal offense under Article 76D of Law Number 35 of 2014 concerning the Amendment to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection in conjunction with Article 81 paragraph (5) of Law Number 17 of 2016 concerning the Stipulation of Government Regulation in Lieu of Law Number 1 of 2016 concerning the Second Amendment to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection into Law, in conjunction with Article 55 paragraph (1) point 1 of the Indonesian Criminal Code, thereby establishing the basis for the offender's criminal liability. The Public Prosecutor sought the maximum penalty of death, based on an approach reflecting the absolute theory of punishment, whereas the Panel of Judges imposed ten years of imprisonment and one year of vocational training. The study demonstrates that the court's decision more strongly reflects the relative theory of punishment, emphasizing the child's rehabilitation, behavioral improvement, and continued development. This study recommends that the imposition of criminal sanctions against children prioritize the best interests of the child while continuing to uphold justice for the victim and society. |
| Kata kunci | Anak berkonflik dengan hukum; Pemidanaan; Persetubuhan terhadap anak; Pertanggungjawaban pidana; Strafmaat. |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Agus Raharjo, S.H., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Dwiki Oktobrian, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Prof. Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H. |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 25 |
| Tgl. Entri | 2026-08-20 14:11:03.607259 |
|---|