| NIM | L1A022109 |
| Namamhs | MUHAMAD RIZKI HANIFA |
| Judul Artikel | POLA SEBARAN SPASIAL DAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR BERDASARKAN METODE INDEKS PENCEMARAN DI KAWASAN MANGROVE SEGARA ANAKAN TIMUR, CILACAP |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kawasan mangrove Segara Anakan merupakan ekosistem estuari yang dipengaruhi oleh percampuran air laut dan air tawar serta mendapat tekanan dari berbagai aktivitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai parameter fisika-kimia, menggambarkan pola sebaran spasial kualitas air, dan menentukan status mutu air berdasarkan metode Indeks Pencemaran (IP). Penelitian dilakukan pada Oktober 2025 dan April 2026 di empat kawasan pengamatan, yaitu Sapuregel, Donan, Kutawaru, dan Kalipanas, dengan 10 stasiun, parameter yang diukur meliputi suhu, kekeruhan, salinitas, pH, Dissolved Oxygen (DO), nitrat, dan fosfat. Analisis spasial dilakukan menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW) pada QGIS, sedangkan status mutu air ditentukan berdasarkan Kepmen LH Nomor 51 Tahun 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berkisar 28,5 – 39,0°C, kekeruhan 1,80 – 20,60 NTU, salinitas 10 – 29,1 ppt, pH 6,00 – 8,00, DO 1,20 – 4,30 mg/L, nitrat 0,106 – 0,256 mg/L, dan fosfat 0,012 – 0,052 mg/L. Sebagian besar parameter, terutama kekeruhan, DO, nitrat, dan fosfat, tidak memenuhi baku mutu. Pola sebaran spasial menunjukkan distribusi yang heterogen, dengan Kalipanas dan Kutawaru cenderung memiliki kualitas air lebih rendah. Hasil perhitungan IP menunjukkan bahwa seluruh kawasan berada pada kategori tercemar sedang pada kedua periode pengamatan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The Segara Anakan mangrove area is an estuarine ecosystem influenced by the mixing of seawater and freshwater and subject to pressure from various activities. This study aims to analyze pHysicochemical parameters, describe the spatial distribution patterns of water quality, and determine water quality status based on the Pollution Index (PI) method. The study was conducted in October 2025 and April 2026 at four observation sites Sapuregel, Donan, Kutawaru, and Kalipanas with 10 stations, The parameters measured included Temperature, Turbidity, Salinity, PH, Dissolved Oxygen (Do), Nitrate, and PHospHate. Spatial analysis was performed using the Inverse Distance Weighted (IDW) method in QGIS, while water quality status was determined based on Ministry of Environment Decree No. 51 of 2004. The results of the study showed that the temperature ranged from 28,5 – 39,0 °C, turbidity 1,80 – 20,60 NTU, salinity 10 – 29,1 ppt, pH 6,00 – 8,00, DO 1,20 – 4,30 mg/L, nitrate 0,106 – 0,256 mg/L, and pHospHate 0,012 – 0,052 mg/L. Most parameters particularly turbidity, dissolved oxygen (DO), nitrate, and pHospHate did not meet quality standards. The spatial distribution pattern showed a heterogeneous distribution, with Kalipanas and Kutawaru tending to have lower water quality. IP calculation results indicated that the entire area fell into the “moderately polluted” category during both observation periods. |
| Kata kunci | Kata kunci: Kualitas air; sebaran spasial; indeks pencemaran; mangrove, Segara Anakan |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Ir. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng. |
| Pembimbing 2 | Mahardhika Nur Permatasari, S.Pi., M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 84 |
| Tgl. Entri | 2026-08-20 12:04:41.185535 |
|---|