Artikel Ilmiah : A1D022107 a.n. DEO PUTRA HERLAMBANG

Kembali Update Delete

NIMA1D022107
NamamhsDEO PUTRA HERLAMBANG
Judul ArtikelAplikasi pupuk N, P, K dan pembenah tanah terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun jagung manis pada umur 14 dan 28 hari setelah tanam dalam sistem companion planting
Abstrak (Bhs. Indonesia)Budidaya jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dalam sistem companion planting memerlukan pengelolaan pemupukan yang tepat agar pertumbuhan awal tanaman berlangsung optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi pupuk NPK dan pembenah tanah serta kombinasi tanaman pendamping terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun jagung manis pada umur 14 dan 28 hari setelah tanam (HST). Penelitian dilaksanakan di Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas pada bulan Oktober 2025–Februari 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu perlakuan pemupukan (NPK 100%, NPK 50%+biochar, NPK 50%+pupuk organik, dan biochar+pupuk organik) dan kombinasi tanaman pendamping (jagung manis dengan bawang prei dan jagung manis dengan bunga kol), yang diulang sebanyak tiga kali. Data dianalisis menggunakan uji F pada taraf 95% dan dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan, kombinasi tanaman pendamping, serta interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun jagung manis pada umur 14 dan 28 HST. Tinggi tanaman pada 14 HST berkisar 5,63–7,31 cm dan pada 28 HST berkisar 15,75–18,77 cm, sedangkan jumlah daun pada 14 HST berkisar 3,62–4,20 helai dan pada 28 HST berkisar 5,58–6,25 helai. Hal ini mengindikasikan bahwa pada fase awal pertumbuhan vegetatif, pertumbuhan tanaman masih banyak didukung oleh cadangan makanan pada biji dan belum sepenuhnya dipengaruhi oleh perbedaan sumber maupun dosis hara yang diberikan, serta bahwa jagung manis dapat dikombinasikan dengan bawang prei maupun bunga kol tanpa menimbulkan kompetisi yang berarti pada fase awal pertumbuhan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The cultivation of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt) in a companion planting system requires appropriate fertilization management to support optimal early plant growth. This study aimed to determine the effect of NPK fertilizer and soil amendments application, as well as companion crop combinations, on the plant height and leaf number of sweet corn at 14 and 28 days after planting (DAP). The research was conducted in Karangnangka Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency, from October 2025 to February 2026, using a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors: fertilization treatment (100% NPK, 50% NPK+biochar, 50% NPK+organic fertilizer, and biochar+organic fertilizer) and companion crop combination (sweet corn with leek and sweet corn with cauliflower), replicated three times. Data were analyzed using the F test at a 95% confidence level, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) when significant effects were found. The results showed that fertilization, companion crop combination, and their interaction had no significant effect on the plant height and leaf number of sweet corn at 14 and 28 DAP. Plant height at 14 DAP ranged from 5.63–7.31 cm and at 28 DAP from 15.75–18.77 cm, while leaf number at 14 DAP ranged from 3.62–4.20 leaves and at 28 DAP from 5.58–6.25 leaves. This indicates that during the early vegetative phase, plant growth is still largely supported by seed food reserves and has not yet
Kata kuncibiochar, companion planting, jagung manis, pertumbuhan awal, pupuk organik
Pembimbing 1Prof. Ahadiyat Yugi Rahayu, S.P., M.Si., D. Tech.Sc.
Pembimbing 2Ahmad Fauzi, S.P., M.P.
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2026-08-20 09:51:06.258484
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.